JATIMTIMES - Kebanyakan orang mungkin terbiasa langsung menyantap nasi saat mulai makan. Ada pula yang lebih dulu mengambil lauk, sementara sebagian lainnya memilih menghabiskan sayuran terlebih dahulu. Namun, apakah kebiasaan tersebut sudah menjadi urutan makan yang tepat untuk kesehatan?
Pertanyaan itu dijawab Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Yogyakarta, dr. Rosandi Himawan, Sp.PD, saat mengulas video makan sehat yang diunggah akun @bukuskuss. Video tersebut memperlihatkan seorang ibu menikmati menu sederhana berisi nasi dalam porsi sedikit, tahu rebus, telur rebus, bayam rebus, labu siam, sambal rebus, kemangi, dan tomat.
Baca Juga : 4 Gunung Terlarang di Jawa yang Pernah Didaki Botanis, Nomor 4 Dapat Rating 0/10
Yang menarik perhatian dr. Rosandi bukan hanya menu sehatnya, melainkan cara sang ibu menikmati makanan tersebut. Menurutnya, urutan makan yang dilakukan dalam video itu justru menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, terutama bagi penderita diabetes maupun mereka yang berisiko mengalami penyakit tersebut.
"Nah teman-teman, tadi itu rasanya kayaknya enak banget ya yang dimakan sama ibunya. Tapi ada yang notice nggak cara urutan makan ibunya? Dia makan mulai dari sayur dulu, lauk dulu, dan terakhirnya nasi," ujar dr. Rosandi, dikutip dari akun Instagram pribadinya, Kamis (6/8/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut memang direkomendasikan dalam dunia medis.
"Nah sebenarnya ini cara makan yang tepat dan direkomendasikan. Terutama ini buat kalian yang punya risiko diabetes dan sudah kena diabetes. Karena urutan makan yang baik dimulai dari sayur, protein, dan terakhir karbo. Itu adalah hack untuk menekan lonjakan gula darah setelah makan," jelasnya.
Mengapa Sayur Sebaiknya Dimakan Lebih Dulu?
Menurut dr. Rosandi, memulai makan dengan sayuran membuat tubuh memperoleh serat lebih dahulu. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa di saluran pencernaan sehingga kenaikan gula darah setelah makan tidak terjadi secara drastis.
Setelah itu, tubuh mendapatkan asupan protein dari lauk seperti telur, tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging. Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga karbohidrat yang dikonsumsi setelahnya akan diserap tubuh secara lebih bertahap.
Karena itu, karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, maupun mi dianjurkan dikonsumsi pada urutan terakhir.
Urutan makan ini dinilai bermanfaat terutama bagi penderita diabetes, pradiabetes, obesitas, maupun orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Baca Juga : KPK Sita Ratusan Hektare Lahan Milik Koruptor Gedung Pemkab Lamongan
Jangan Langsung Duduk Setelah Makan
Selain memperhatikan urutan makan, dr. Rosandi juga mengingatkan pentingnya tetap bergerak setelah selesai makan.
"Kalian bisa lakukan seperti ibu tadi dan coba lihat kadar gula darah terutama setelah makan, biasanya akan lebih membaik. Jangan lupa habis makan jinjit-jinjit, kalau enggak jalan 15 menit supaya kadar gula darah setelah makan tetap turun," katanya.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama sekitar 10-15 menit setelah makan dapat membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
Urutan Makan yang Dianjurkan Dokter
Berdasarkan penjelasan dr. Rosandi, berikut urutan makan yang dianjurkan:
• Sayuran terlebih dahulu untuk memenuhi asupan serat.
• Dilanjutkan lauk berprotein seperti telur, tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging.
• Karbohidrat seperti nasi, kentang, ubi, atau mi dikonsumsi pada urutan terakhir.
• Setelah makan, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki sekitar 15 menit.
Meski demikian, dr. Rosandi mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya mengubah urutan makan. Pola makan bergizi seimbang, mengatur porsi sesuai kebutuhan, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menjalani gaya hidup sehat tetap menjadi kunci untuk mencegah diabetes dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
