JATIMTIMES — Pelantikan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Blitar periode 2025–2029 berlangsung khidmat sekaligus semarak di Aula Wisata Edukasi Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kamis (30/4/2026) malam. Momentum ini tak sekadar seremoni organisasi, melainkan panggung konsolidasi intelektual NU yang dihadiri tokoh nasional, dua anggota DPR RI, serta unsur pemerintah daerah.
Kehadiran sejumlah tokoh lintas level itu membuat pelantikan layak disebut sebagai “perang bintang”. Para pemangku kepentingan hadir membawa gagasan, dukungan, serta komitmen bersama untuk memperkuat peran ISNU sebagai motor pemikiran dan pembangunan umat di daerah.
Baca Juga : Bantuan Beras dan Minyak Mengalir ke Tambakrejo, 405 Warga Tersenyum Lega
Acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah yang diikuti seluruh undangan dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Doa bersama menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang sarat nilai spiritual. Setelah itu, suasana beralih menjadi penuh semangat kebangsaan saat paduan suara UNU Choir Blitar membawakan lagu Indonesia Raya, Subanul Wathon, dan Mars ISNU.
Penampilan seni tari tradisional dari siswa SMAN Kademangan turut memperkaya acara. Gerakan yang enerjik dan balutan kostum khas daerah menghadirkan nuansa kultural yang menyatu dengan semangat intelektual dan religiusitas yang diusung ISNU.
Prosesi inti pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat ISNU, Prof. Dr. H.M. Mas’ud Said, MM. Sebanyak 95 pengurus resmi dikukuhkan, terdiri dari kalangan akademisi, profesional, hingga aktivis muda NU. Mereka dipimpin oleh Ketua PC ISNU Kabupaten Blitar, Dr. H. Abdul Hakam Salahuddin, S.H., M.H.
Dalam arahannya, Prof. Mas’ud Said menegaskan bahwa ISNU memiliki peran strategis dalam menyongsong satu abad Nahdlatul Ulama melalui delapan misi besar organisasi. Menurutnya, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah harus berjalan beriringan dengan modernisasi manajemen organisasi dan perluasan kontribusi sosial-ekonomi.
“ISNU harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman. Kita tidak cukup hanya berpikir, tetapi juga harus bergerak dan memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Mas’ud Said.
Ia juga menekankan pentingnya membangun struktur organisasi yang solid serta menjalin sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, hingga sektor profesional. Kolaborasi tersebut dinilai sebagai kunci untuk mempercepat dampak program-program ISNU di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Prof. Mas’ud mengingatkan pentingnya membangun tim yang kuat dan adaptif. “Tim hebat itu bukan hanya soal individu unggul, tetapi tentang keseimbangan peran, fleksibilitas, dan kerja sama yang solid. Inilah fondasi organisasi kelas dunia,” katanya.
Menutup arahannya, ia mengajak seluruh pengurus menjadikan ISNU sebagai ladang pengabdian. “Jadikan ISNU ini sebagai jalan amal saleh. Masa depan organisasi sangat ditentukan oleh kerja nyata kita hari ini,” tegasnya.
Ketua PC ISNU Kabupaten Blitar, Abdul Hakam Salahuddin, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan ISNU sebagai pusat gerakan intelektual yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah.
Baca Juga : SIM dan Samsat Tutup saat Hari Buruh, Ini Jadwal dan Ketentuannya
“Kami siap menjadikan ISNU sebagai rumah besar kaum sarjana NU yang tidak hanya produktif dalam gagasan, tetapi juga nyata dalam pengabdian. Fokus kami adalah menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga penguatan kapasitas SDM,” ujar Hakam.
Ia menambahkan, kepengurusan yang baru akan mengedepankan sinergi lintas sektor untuk memperkuat kontribusi organisasi. “Kami akan membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kampus, dan komunitas profesional agar ISNU benar-benar hadir sebagai mitra strategis pembangunan di Kabupaten Blitar,” imbuhnya.
Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPR RI dari Fraksi Golkar H. M. Sarmuji, perwakilan Komisi IX DPR RI dari Partai NasDem, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin, serta unsur DPRD provinsi dan kabupaten. Hadir pula jajaran pengurus NU, akademisi, serta badan otonom seperti GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, hingga PMII.
Kehadiran lintas elemen tersebut memperlihatkan kuatnya dukungan terhadap ISNU sebagai organisasi intelektual NU. Pelantikan ini menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi pemikiran dari kalangan akademisi dan profesional.
Dengan kepengurusan baru dan arah strategis yang jelas, PC ISNU Kabupaten Blitar diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan. Organisasi ini dituntut hadir sebagai jembatan antara gagasan dan aksi, sekaligus penggerak pembangunan berbasis pengetahuan di tingkat lokal.
Langkah awal telah dimulai. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
