JATIMTIMES – Langkah cepat langsung diambil oleh Wali Kota Batu Nurochman sesaat setelah merombak pimpinan tinggi birokrasinya di Balai Kota Among Tani. Salah satu prioritas utama yang kini dikejar adalah pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Nurochman memasang target posisi Sekda harus sudah memiliki pejabat tetap dalam kurun waktu tidak lebih dari tiga bulan ke depan.
Target ini bukan tanpa alasan, mengingat peran Sekda diibaratkan sebagai seorang konduktor atau dirigen dalam sebuah paduan suara besar pemerintahan. Tanpa adanya Sekda definitif, sinkronisasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal. Wali Kota menekankan bahwa percepatan ini adalah hal yang mendesak.
Baca Juga : Fakta Baru Sistem Rujukan BPJS Kesehatan yang Wajib Diketahui Masyarakat
"Target untuk seleksi terbuka atau open bidding Sekda akan kami lakukan secepatnya. Pokoknya kalau bisa sebelum tiga bulan sudah selesai. Jadi supaya segera ada Sekretaris Daerah definitif," ujar Nurochman saat ditemui, belum lama ini
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu menjelaskan betapa krusialnya posisi tersebut dalam struktur pemerintahan. Menurutnya, keberadaan Sekda yang kuat akan menentukan seberapa harmonis gerak seluruh instansi di bawahnya dalam melayani masyarakat.
"Karena ini menjadi penting, dia adalah seorang konduktor yang memimpin, kalau dalam musik itu seperti dirigen atas semua pejabat yang ada di Pemerintah Kota Batu. Maka segera harus ada pejabat definitif," tambahnya.
Sebagai langkah pembuka, pemerintah daerah telah menunjuk Eny Rachyuningsih sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Kota Batu. Tugas utama yang diemban Eny saat ini adalah mempersiapkan segala instrumen administrasi guna mengusulkan nama Penjabat (Pj) Sekda kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Cak Nur pun memberikan arahan khusus agar proses ini tidak tertahan di meja administrasi.
"Saya sudah sampaikan ke Bu Eny sebagai Plh, sudah dikirim ke provinsi usulan nama Penjabat Sekda-nya. Tugas Pj Sekda nantinya adalah memimpin membuka ruang seleksi terbuka (Selter)," papar Cak Nur.
Mengenai siapa sosok yang akan mengisi kursi panas tersebut, Cak Nur secara terang-terangan memberikan sinyal hijau bagi para pejabat internal di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Ia percaya bahwa sumber daya manusia yang ada di Kota Batu sudah memiliki kematangan yang cukup untuk bersaing secara profesional.
Baca Juga : 10 Kampus dengan Jurusan Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi THE 2026
"Kita kan punya keluarga besar di Batu, masa cari yang lain? Para pejabat yang ada kompetensinya tentu terus kita lakukan evaluasi dan perbincangan. Saya kira komitmen barunya sudah mulai bagus," jelasnya.
Namun, Wali Kota juga mengingatkan bahwa loyalitas dan profesionalitas teknis menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan tidak akan hanya terpaku pada hal-hal yang bersifat normatif dalam proses seleksi nanti, melainkan pada kemampuan nyata dalam mengeksekusi program pembangunan.
"Kami tidak menerima hal-hal yang hanya normatif, namun lebih ke teknis dan profesionalitas dalam bertugas. Saya tidak segan-segan melakukan rotasi kembali jika ada laporan kinerja yang tak sesuai harapan," tegasnya.
