Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Sabun Batang atau Sabun Cair, Mana Yang Lebih Baik untuk Kulit? Ini Penjelasan Ahli

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

01 - Jul - 2026, 19:10

Placeholder
Seorang saat menggosokkan sabun pada tubuhnya. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Banyak orang memilih sabun mandi hanya berdasarkan aroma atau teksturnya. Padahal, sabun batang dan sabun cair memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari kandungan, tingkat keasaman (pH), hingga manfaatnya bagi berbagai jenis kulit. Karena itu, memahami perbedaan keduanya penting agar produk yang digunakan sesuai dengan kebutuhan kulit.

Meski sama-sama berfungsi mengangkat kotoran dan minyak dari permukaan kulit, sabun batang dan sabun cair memiliki proses pembuatan yang berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi kandungan, tekstur, hingga dampaknya terhadap kelembapan kulit.

Baca Juga : FEB Unisma Tegaskan Literasi Keuangan Bukan Ajang Promosi Pinjol, Mahasiswa Didorong Berpikir Kritis

Ahli kimia kosmetik, Gabrielle Nekrasas, menjelaskan bahwa sabun batang dibuat melalui proses saponifikasi, yakni reaksi antara minyak atau lemak dengan alkali. Proses tersebut membutuhkan waktu beberapa minggu hingga reaksi kimia benar-benar selesai.

“Sabun batang dibuat melalui proses kaustik dengan minyak, lilin, dan alkali, kemudian didiamkan selama sekitar enam hingga delapan minggu hingga proses kimianya selesai,” kata Nekrasas.

Karena tidak mengandung air, sabun batang umumnya lebih stabil dan tidak memerlukan tambahan bahan pengawet. Kondisi tersebut juga membuat risiko pertumbuhan mikroorganisme di dalam produk lebih rendah selama penyimpanannya dilakukan dengan benar.

Selain itu, sabun batang dinilai lebih ramah lingkungan karena umumnya dikemas menggunakan kertas atau karton sehingga menghasilkan limbah plastik yang lebih sedikit dibandingkan sabun cair.

Namun, sabun batang juga memiliki kekurangan. Tingkat pH-nya cenderung lebih tinggi, berkisar antara 9 hingga 10. Bagi sebagian orang, khususnya pemilik kulit sensitif, kondisi tersebut dapat membuat kulit terasa lebih kering setelah mandi.

Hanya, bagi penderita masalah kulit seperti eksim maupun jerawat, Nekrasas menilai sabun cair lebih mudah diformulasikan dengan bahan aktif yang dibutuhkan.

“Saat ini banyak sabun cair yang dirancang sangat lembut sekaligus mengandung bahan aktif untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kulit,” terang Nekrasas.

Sementara itu, dokter spesialis kulit, Dr Hayley Goldbach, menambahkan sebagian sabun batang juga meninggalkan residu pada kulit maupun permukaan kamar mandi. “Banyak orang kurang menyukai sabun batang karena dapat meninggalkan lapisan seperti residu di kulit maupun di kamar mandi,” kata Hayley Goldbach.

Berbeda dengan sabun batang, sabun cair memiliki kandungan air sehingga formulanya lebih fleksibel untuk diperkaya berbagai bahan aktif. Mulai dari pelembap, minyak alami, ekstrak tumbuhan, hingga kandungan eksfoliasi dapat lebih mudah ditambahkan ke dalam produk.

Goldbach menjelaskan bahwa sabun cair umumnya diformulasikan dengan tingkat pH yang lebih mendekati pH alami kulit sehingga lebih nyaman digunakan, terutama bagi pemilik kulit kering.

Baca Juga : Inflasi Kota Malang Juni 2026 Capai 3,16 Persen, Harga Emas hingga BBM Jadi Pemicu

“Kemampuan menyesuaikan pH membuat sabun cair menjadi pilihan yang baik bagi orang dengan kulit kering karena tidak terlalu mengganggu kelembapan alami kulit,” jelas Goldbach.

Tak hanya itu. Sabun cair biasanya mengandung bahan pelembap seperti emolien dan ceramide yang membantu menjaga skin barrier tetap sehat. Kemasan botol tertutup juga dianggap lebih higienis karena isi produk tidak langsung bersentuhan dengan tangan setiap kali digunakan.

Meski demikian, sabun cair memiliki sisi kurang menguntungkan dari aspek lingkungan. Penggunaan botol plastik menghasilkan lebih banyak limbah, sementara kandungan air di dalamnya membuat produk memerlukan bahan pengawet agar tidak mudah ditumbuhi jamur maupun bakteri.

Lantas, mana yang sebaiknya dipilih Menurut para ahli, tidak ada jawaban yang mutlak karena semuanya bergantung pada kondisi kulit masing-masing.

Bagi pemilik kulit yang mudah kering, kasar, bersisik, atau terasa tertarik setelah mandi, sabun cair dinilai lebih sesuai karena kandungan pelembapnya lebih lengkap. Sebaliknya, mereka yang memiliki kulit sensitif dan menginginkan formulasi sederhana dapat mempertimbangkan sabun batang, terutama yang bebas pewangi dan diperkaya minyak alami.

Apa pun pilihan sabunnya, para ahli menyarankan konsumen lebih memperhatikan daftar kandungan dibanding sekadar bentuk produknya. Bahan seperti ceramide, glycerin, avocado oil, argan oil, dan coconut oil dapat membantu menjaga kelembapan kulit, sedangkan kandungan lactic acid atau salicylic acid cocok bagi yang ingin mendapatkan manfaat eksfoliasi ringan.

Sebaliknya, pemilik kulit sensitif disarankan menghindari produk yang mengandung pewangi berlebihan, triclosan, maupun bahan antimikroba tertentu karena berpotensi memicu iritasi sekaligus mengganggu keseimbangan bakteri baik pada kulit.


Topik

Kesehatan Sabun batang sabun cair kesehatan kulit



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy