Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Biblical Eating Jadi Tren Baru, Benarkah Diet Ala Alkitab Lebih Sehat?

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

02 - Jun - 2026, 07:55

Placeholder
Ilustrasi Biblical Eating atau diet ala Alkitab. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Tren pola makan sehat terus bermunculan di media sosial. Setelah diet keto, intermittent fasting, hingga plant-based diet, kini muncul tren baru yang menarik perhatian warganet, yaitu biblical eating atau pola makan berdasarkan makanan yang disebut dalam Alkitab.

Konsep ini mengajak pengikutnya untuk mengonsumsi makanan alami yang diyakini dekat dengan pola makan masyarakat pada masa Alkitab. Sejumlah konten kreator bahkan menyebutnya sebagai gaya hidup sehat yang tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga memiliki nilai spiritual.

Baca Juga : Jemaah Haji Kota Batu Tiba di Kampung Halaman Besok, Seluruhnya dalam Kondisi Sehat

Apa Itu Biblical Eating?

Biblical eating merupakan pola makan yang berfokus pada konsumsi bahan pangan alami dan minim proses pengolahan. Makanan yang umum dikonsumsi dalam pola makan ini antara lain ikan, roti, madu, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, serta berbagai jenis biji-bijian yang banyak disebut dalam kisah-kisah Alkitab.

Pendukung pola makan ini percaya bahwa mengonsumsi makanan yang lebih sederhana dan alami dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam kitab suci.

Popularitas biblical eating meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu figur yang banyak dikenal dalam komunitas ini adalah Kayla Bundy, seorang kreator konten berusia 27 tahun asal Amerika Serikat.

Melalui akun TikTok miliknya yang memiliki lebih dari 500 ribu pengikut, Bundy rutin membagikan resep, tips memasak, hingga panduan menjalani pola makan yang ia yakini selaras dengan ajaran Alkitab.

Menurut Bundy, ketertarikannya terhadap biblical eating muncul setelah ia mempelajari Alkitab dari perspektif yang berbeda. Ia meyakini bahwa makanan memiliki hubungan erat dengan kehidupan spiritual seseorang.

"Dosa masuk ke dunia melalui makanan, dan setan tidak berhenti sampai di situ. Bagi saya, makanan benar-benar seperti senjata untuk melawan balik," ujar Bundy seperti dikutip dari Oddity Central.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, biblical eating juga berkembang menjadi peluang bisnis. Bundy diketahui menjual panduan digital berisi daftar makanan yang ia sebut sebagai "biblical superfoods" dengan harga sekitar US$28 atau setara Rp 500 ribu.

Tak hanya itu, ia juga menawarkan layanan coaching atau pendampingan khusus bagi mereka yang ingin menerapkan pola makan tersebut dengan biaya mencapai US$700 per bulan.

Fenomena serupa juga dilakukan oleh Abbie Stasior, seorang ahli gizi Kristen dari Nashville, Amerika Serikat. Dalam berbagai kontennya, Stasior kerap menghubungkan prinsip nutrisi modern dengan kisah-kisah dalam Alkitab.

Baca Juga : Beasiswa SEHAT Dibuka Khusus Mahasiswi Poltekkes Kemenkes: Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya

Salah satu contoh yang sering ia angkat adalah kisah Yesus yang menyantap roti dan ikan bersama para muridnya. Menurut Stasior, kombinasi tersebut mencerminkan keseimbangan antara karbohidrat dan protein yang baik untuk tubuh.

Selain itu, kreator konten Annalies Xaviera yang memiliki lebih dari 300 ribu pengikut di Facebook juga turut mempopulerkan tren pola makan ini melalui berbagai unggahan edukatif.

Apakah Biblical Eating Benar-Benar Sehat?

Secara umum, banyak makanan yang dianjurkan dalam biblical eating memang termasuk kategori makanan sehat karena berasal dari bahan alami dan tidak melalui banyak proses pengolahan.

Namun para ahli tetap mengingatkan bahwa kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda. Karena itu, tidak ada satu pola makan yang bisa dianggap cocok untuk semua orang.

Sebelum mengikuti tren diet apa pun, termasuk biblical eating, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi jika diperlukan.

Meski menawarkan konsep yang menarik dengan pendekatan spiritual, biblical eating sebaiknya dipandang sebagai salah satu pilihan pola makan, bukan sebagai standar yang wajib diterapkan oleh semua orang.


Topik

Kesehatan diet keto tips diet biblical eating alkitab



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya