JATIMTIMES - Selasa (2 Juni 2026) bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 16 Besar 1959 Tahun Dal atau bertepatan dengan 16 Zulhijah 1447 Hijriah. Hari ini juga berada dalam Wuku Julungwangi dengan weton Selasa Kliwon yang memiliki jumlah neptu 11, hasil dari Selasa bernilai 3 dan Kliwon bernilai 8.
Dalam tradisi Jawa, weton dipercaya dapat menggambarkan karakter, perjalanan hidup, rezeki, hingga kecocokan pasangan. Tak sedikit masyarakat yang masih menjadikan primbon sebagai pedoman dalam menentukan hari baik untuk berbagai keperluan, mulai dari membangun rumah, membuka usaha, hingga melangsungkan pernikahan.
Baca Juga : Pecah Cikal dan Pawai Budaya Buka Hari Jadi Ke-184 Tahun Desa Ngabab Pujon
Pemilik weton Selasa Kliwon dikenal memiliki pembawaan yang lembut dan ramah. Cara berbicaranya enak didengar sehingga mudah diterima dalam lingkungan pergaulan. Selain itu, weton ini juga identik dengan pribadi yang nriman atau mampu menerima keadaan dengan lapang dada serta memiliki cita-cita yang tinggi.
Meski demikian, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon dikenal cukup mudah terpancing emosi. Saat menghadapi situasi tertentu, kemarahan bisa muncul dengan cepat meskipun pada dasarnya memiliki hati yang baik.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton Selasa Kliwon adalah Aras Tuding. Maknanya, pemilik weton ini sering mendapat kepercayaan atau ditunjuk untuk menjalankan tugas-tugas penting. Dalam organisasi maupun lingkungan kerja, peluang menduduki posisi strategis cukup terbuka lebar.
Namun Aras Tuding juga memiliki sisi lain. Selain sering dipercaya, terkadang pemilik weton ini juga dapat menjadi sasaran tudingan atau penilaian negatif dari lingkungan sekitar. Karena itu, kehati-hatian dalam bertindak menjadi hal yang penting.
Sementara itu, Pancasuda Selasa Kliwon adalah Sumur Sinaba. Dalam primbon, istilah ini menggambarkan sosok yang kaya ilmu pengetahuan, berwawasan luas, dan sering menjadi tempat bertanya. Tak heran jika banyak orang datang untuk meminta petuah, nasihat, atau pandangan dalam menyelesaikan persoalan.
Hari ini berada dalam Wuku Julungwangi yang dilambangkan oleh Bathara Sambu. Wuku ini dikenal erat kaitannya dengan ketenaran. Apa pun yang dilakukan seseorang yang berada di bawah pengaruh wuku ini cenderung cepat dikenal banyak orang.
Jika melakukan kebaikan, nama baiknya akan cepat tersebar. Sebaliknya, kesalahan kecil pun bisa segera menjadi perhatian banyak pihak. Karena itu, pemilik weton yang berada dalam pengaruh Wuku Julungwangi dianjurkan lebih berhati-hati dalam bersikap.
Dalam simbolisasi wuku ini terdapat air dalam tempayan yang berada di depan. Maknanya adalah sifat rela dan suka membantu, meskipun kebaikan yang diberikan biasanya tidak langsung terlihat sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit.
Pohon cemara menjadi lambang lain dalam Wuku Julungwangi. Simbol ini menggambarkan pribadi yang pandai berbicara, mudah menarik perhatian, serta perkataannya dipercaya banyak orang. Namun dalam kondisi tertentu, gaya bicara yang terlalu tegas bisa membuat lawan bicara merasa segan atau bahkan takut.
Umbul-umbul yang berada di depan melambangkan keberuntungan yang akan datang. Wuku ini juga dipercaya membawa perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari atasan maupun orang-orang yang memiliki pengaruh.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, FISIP Unisba Blitar dan Kodim 0808 Bangun Semangat Bela Negara Mahasiswa
Sementara gambaran seperti bunga menunjukkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan pandai merayu. Meski demikian, terkadang apa yang diucapkan tidak selalu sama dengan isi hati yang sebenarnya.
Ada pula simbol banteng lumpuh yang menggambarkan keteguhan hati. Walaupun sedang berada dalam kondisi sulit atau kurang beruntung, pemilik wuku ini tetap mampu bertahan dan menunjukkan ketegaran.
Dalam primbon disebutkan bahwa bahaya Wuku Julungwangi berasal dari serangan binatang buas. Kala berada di arah Barat Daya. Karena itu, selama tujuh hari ke depan disarankan menghindari perjalanan penting ke arah tersebut.
Khusus untuk Selasa Kliwon di Wuku Julungwangi, primbon menyarankan agar tidak melakukan perjalanan jauh. Perjalanan berisiko terganggu oleh kondisi kesehatan maupun hambatan tak terduga lainnya.
Berdasarkan karakter yang dimiliki, weton Selasa Kliwon cocok menekuni pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Bidang pendidikan menjadi salah satu pilihan yang baik, seperti guru, dosen, maupun peneliti. Kemampuan menyampaikan gagasan serta wawasan yang luas menjadi modal utama dalam profesi tersebut.
Selain itu, dunia komunikasi juga cukup sesuai. Karier sebagai public speaker, pembawa acara, content creator, hingga bidang pemasaran dinilai mampu mengoptimalkan kemampuan berbicara yang dimiliki.
Dalam perhitungan primbon Jawa, weton Selasa Kliwon yang memiliki neptu 11 dinilai paling cocok bersanding dengan pasangan yang mempunyai jumlah neptu 8, 13, atau 18.
Weton dengan neptu 8 antara lain Selasa Legi dan Senin Wage. Sementara neptu 13 meliputi Senin Pahing, Kamis Legi, Jumat Pon, dan Sabtu Wage.
