Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Jangan Sepelekan Tidur Terlalu Lama, Ini 8 Dampak Buruk Menurut Imam Munawi

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

15 - Apr - 2026, 06:07

Placeholder
Ilustrasi tidur. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Tidur sering dianggap sekadar waktu untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Padahal, dalam pandangan kesehatan maupun keagamaan, tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan pikiran.

Al-Qur’an bahkan menegaskan tidur sebagai bentuk istirahat yang menjadi rahmat bagi manusia, sebagaimana tertuang dalam Surat An-Naba ayat 9:

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ

Artinya: “Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat.” (QS. An-Naba’: 9)

Namun, meski tidur adalah kebutuhan dasar tubuh, tidur yang berlebihan juga tidak baik. Sejumlah ulama klasik hingga kajian medis modern sama-sama mengingatkan dampak buruk kebiasaan tidur terlalu lama.

Salah satunya disampaikan Imam Al-Munawi, yang menyebut kebiasaan tidur berlebihan dapat memicu berbagai gangguan fisik maupun mental.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Pahing 15 April 2026: Jangan Ambil Keputusan Besar Hari Ini

Dalam penjelasannya, sebagaimana dilansir NU Online, Syekh Ibnu ‘Asyur dalam Tafsir At-Tahrir wat Tanwir menyebut tidur sebagai bentuk karunia besar dari Allah agar manusia bisa memulihkan tenaga.

Saat tidur, tubuh menghentikan aktivitas fisik dan memberi kesempatan sistem saraf, terutama otak, untuk kembali pulih.

Secara medis, fase ini memang penting untuk:
• memperbaiki sel tubuh
• menyeimbangkan hormon
• memulihkan fungsi otak
• menjaga daya tahan tubuh

Namun, ketika durasi tidur berlebihan dan menjadi kebiasaan, manfaat tersebut justru bisa berubah menjadi masalah kesehatan.

Imam Al-Munawi dalam Hasyiah Bujairami ‘alal Khathib menjelaskan bahwa terlalu banyak tidur bukanlah sesuatu yang terpuji.

 قَالَ الْمُنَاوِيُّ: اعْلَمْ أَنَّ كَثْرَةَ النَّوْمِ غَيْرُ مَحْمُودَةٍ لِكَثْرِ مَفَاسِدِهِ الْأُخْرَوِيَّةِ، بَلْ وَالدُّنْيَوِيَّةِ، فَإِنَّهُ يُورِثُ الْغَفْلَةَ وَالشُّبُهَاتِ وَفَسَادَ الْمِزَاجِ الطَّبِيعِيِّ وَالنَّفْسَانِيِّ وَيُكْثِرُ الْبَلْغَمَ وَالسَّوْدَاءَ وَيُضْعِفُ الْمَعِدَةَ وَيُنْتِنَ الْفَمَ وَيُوَلِّدُ دُونَ الْقُرُحِ وَيُضْعِفُ الْبَصَرَ وَالْبَاهَ حَتَّى لَا يَكُونَ لَهُ دَاعِيَةٌ لِلْجِمَاعِ، وَيُفْسِدُ الْمَاءَ وَيُورِثُ الْأَمْرَاضَ الْمُزْمِنَةَ فِي الْوَلَدِ الْمُتَخَلَّقِ مِنْ تِلْكَ النُّطْفَةِ حَالَ تَكْوِينِهِ، وَيُضْعِفُ الْجَسَدَ.   

Artinya: Al-Munawi berkata: Ketahuilah bahwa banyak tidur tidaklah terpuji karena banyaknya kerusakan yang ditimbulkannya, baik kerusakan ukhrawi maupun duniawi. Karena sesungguhnya ia menimbulkan kelalaian dan keraguan, merusak kondisi temperamen alami dan psikologis, memperbanyak lendir (balgham) dan empedu hitam (sawda), melemahkan lambung, menimbulkan bau mulut, memunculkan luka-luka/borok, melemahkan penglihatan dan melemahkan syahwat (al-bāh) hingga tidak lagi ada dorongan untuk berhubungan intim (jima’), merusak air mani, serta menyebabkan penyakit-penyakit kronis pada anak yang terbentuk dari sperma tersebut pada saat proses penciptaannya, dan juga melemahkan tubuh. (Hasyiah Bujairami ‘alal Khathib, [Damaskus, Darul Fikr: 1415 H], jilid. II, hal. 383)  

Dari ayat di atas disimpulkan bahwa tidur berlebihan dapat menimbulkan kelalaian, melemahkan tubuh, hingga mengganggu kondisi psikologis.

Berikut sejumlah dampak kesehatan yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tidur terlalu lama:

1. Tubuh Mudah Lemas dan Tidak Bertenaga

Tidur terlalu lama justru bisa membuat tubuh terasa lebih lemas saat bangun.

Ini terjadi karena metabolisme tubuh menjadi lambat akibat kurangnya aktivitas fisik.

Alih-alih segar, tubuh justru terasa berat dan kurang berenergi.

2. Risiko Sakit Kepala

Salah satu efek yang cukup sering dirasakan adalah sakit kepala saat bangun.

Tidur terlalu lama dapat mengganggu keseimbangan neurotransmitter di otak, terutama serotonin, yang berpengaruh terhadap nyeri kepala.

3. Nyeri Punggung

Berbaring dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada punggung bawah.

Baca Juga : Mengapa El Niño Bisa Menyebabkan Kekeringan? Ini Penjelasannya

Akibatnya, seseorang bisa mengalami pegal atau nyeri tulang belakang saat bangun tidur.

4. Meningkatkan Risiko Obesitas

Kebiasaan tidur terlalu lama biasanya beriringan dengan minimnya aktivitas fisik.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan hingga obesitas.

5. Memicu Diabetes

Sejumlah penelitian kesehatan menunjukkan bahwa pola tidur berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

Hal ini berkaitan dengan gangguan metabolisme glukosa dan resistensi insulin.

6. Memperburuk Depresi dan Cemas

Tidur terlalu lama sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental, termasuk depresi.

Pada sebagian orang, kondisi ini bisa menjadi gejala sekaligus pemicu memburuknya suasana hati.
Sulit fokus, stres, dan rasa cemas juga bisa meningkat.

7. Gangguan Jantung

Beberapa studi medis menyebut durasi tidur yang terlalu panjang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Termasuk di antaranya tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung.

8. Menurunkan Produktivitas

Selain fisik, dampak yang paling terasa adalah menurunnya produktivitas sehari-hari.

Terlalu banyak tidur membuat ritme aktivitas terganggu, sulit fokus, dan cenderung menunda pekerjaan.

Demikian 8 dampak kesehatan yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tidur terlalu lama. 

Adapun dalam istilah medis, kebiasaan selalu mengantuk dan ingin tidur terus dikenal sebagai hipersomnia.

Kondisi ini perlu diwaspadai jika berlangsung terus-menerus, terutama bila tidur lebih dari 9–10 jam per hari namun tubuh tetap terasa lelah. Jika dibiarkan, hipersomnia bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.

Tidur tetap merupakan kebutuhan penting bagi tubuh. Yang perlu dijaga adalah keseimbangan, bukan hanya durasi, tetapi juga kualitasnya. Secara umum, orang dewasa disarankan tidur sekitar 7–9 jam per malam.

Dengan pola tidur yang teratur, tubuh akan lebih segar, pikiran lebih jernih, dan aktivitas harian dapat berjalan optimal.

Pada akhirnya, bukan soal tidur lebih lama, melainkan tidur yang cukup dan berkualitas yang benar-benar memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental. Semoga informasi ini bermanfaat ya. 


Topik

Kesehatan tidur terlalu lama



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri