Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Kalender Jawa Weton Rabu Pon 25 Februari 2026: Jaga Perasaan dan Ego

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

25 - Feb - 2026, 05:05

Placeholder
Potret pria melamun ilustrasi menjaga perasaan dan ego. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Tanggal 25 Februari 2026 bertepatan dengan Rabu Pon dalam penanggalan Jawa. Hari ini memiliki neptu 14 dan masih berada dalam Wuku Bala. Dalam kalender Jawa tercatat sebagai 8 Pasa 1959 Ja Tahun Dal, bertepatan dengan 7 Ramadan 1447 Hijriah.

Perpaduan weton dan wuku ini menggambarkan pribadi yang halus dalam bersikap, namun menyimpan ketegasan di balik kelembutannya. Ada peluang rezeki yang cukup baik, terlebih untuk urusan perjalanan dan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga : Menko Zulhas Kunjungi CV. Telur Intan Tumpang, Tegaskan Ayam dan Telur akan Terserap untuk Program MBG

Rabu Pon dengan neptu 14 dikenal berbudi pekerti halus, sopan, serta penuh pertimbangan dalam bertindak. Pembawaannya hati-hati dan waspada, sehingga jarang gegabah dalam mengambil keputusan. 

Soal rezeki, weton ini tergolong lumayan dan cenderung stabil. Meski begitu, ada sisi yang perlu dikendalikan, seperti kegemaran menunjukkan kemampuan atau pencapaian. Keinginan untuk mendapat pengakuan kadang membuatnya mudah tersinggung, apalagi jika merasa kurang dihargai.

Perasaannya cukup sensitif. Hal-hal kecil bisa membekas cukup lama dalam ingatan. Jika tidak dikelola dengan bijak, penyesalan dan kekecewaan bisa berlarut.

Dalam hitungan pangarasan, Rabu Pon berada pada Lakuning Rembulan. Watak ini melambangkan sosok yang simpatik, memikat, dan menyenangkan.

Kehadirannya kerap membawa suasana teduh. Tidak heran bila mudah diterima dalam lingkungan pergaulan maupun dunia kerja.

Sementara itu, Pancasuda Rabu Pon berada pada Bumi Kapetak. Karakter ini identik dengan pekerja keras dan kuat menghadapi tekanan hidup. Suka kebersihan dan kerapian, serta mampu menahan kekecewaan tanpa banyak mengeluh. 

Namun ada sisi pendendam yang perlu dikelola agar tidak merusak hubungan jangka panjang. Kebaikan hati yang dimiliki sering kali tidak tampak karena lebih banyak diwujudkan dalam tindakan ketimbang ucapan.

Hari ini masih dalam lingkup Wuku Bala yang dilambangkan oleh Bathari Durga. Wuku ini dikenal memiliki energi kuat dan terkadang memicu suasana tegang.

Baca Juga : Apresiasi Jogo Gresik, 17 Personel dan 2 Warga Terima Penghargaan dari Kapolres Gresik

Kemudian simbol pohon cemara menggambarkan kecenderungan banyak bicara dan pandai berkelit, dengan tutur kata yang terdengar meyakinkan. Sementara lambang ayam hutan menunjukkan kewibawaan serta tekad yang tidak mudah goyah.

Wuku Bala juga diibaratkan seperti hujan yang turun bukan pada musimnya, sulit ditebak arah dan kemauannya. Karena itu, hati-hatilah dalam meniti karier. Kesalahan langkah dapat berdampak panjang. 

Selama tujuh hari di wuku ini, terdapat pantangan untuk bepergian jauh ke arah barat laut.

Khusus Rabu Pon kali ini, hari dinilai baik untuk bepergian. Keberuntungan dipercaya menyertai perjalanan, sehingga urusan di luar rumah berpotensi membuahkan hasil sesuai harapan.

Dalam dunia kerja, Rabu Pon dikenal kreatif, mandiri, dan memiliki jiwa sosial yang cukup kuat. Bidang wirausaha, seni, pendidikan, diplomasi, hingga pekerjaan kreatif yang menuntut inovasi dinilai selaras dengan karakter tersebut.

Untuk urusan jodoh, kecocokan kerap ditemukan dengan pasangan bernilai neptu 10 atau 15, seperti Selasa Pon, Rabu Kliwon, atau Jumat Pahing. 


Topik

Serba Serbi weton rabu pon



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri