Khusnul Khuluk DPRD Jatim Prioritaskan Aspirasi Infrastruktur dan Pertanian di 2026

17 - Feb - 2026, 07:45

Kegiatan reses anggota Komisi B DPRD Jatim Khusnul Khuluk.

JATIMTIMES — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Khusnul Khuluk menegaskan komitmennya mengawal aspirasi warga dalam pembahasan program prioritas Tahun Anggaran 2026.

Komitmen tersebut disampaikan usai menggelar rangkaian Reses Masa Sidang II Tahun 2026 belum lama ini. Pada kesempatan itulah ia menjaring aspirasi langsung ke konstituen.

Baca Juga : Korban Banjir Alami Krisis Air Bersih, DPD PAN Jember Hadir Bawa Truk Tanki

Dalam sejumlah forum dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendesak, mulai dari perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase yang belum optimal, hingga minimnya penerangan jalan di beberapa titik wilayah Jember.

Sektor pertanian juga menjadi perhatian. Warga mengeluhkan serangan hama tikus yang merugikan petani, persoalan fasilitas pengairan, serta keterbatasan akses permodalan bagi pelaku UMKM dan peternak kecil.

Menanggapi hal tersebut, politisi PKS itu menegaskan seluruh aspirasi tidak akan berhenti pada forum reses. “Aspirasi ini tidak boleh berhenti di forum reses saja. Kami akan kawal dalam pembahasan anggaran dan koordinasi dengan dinas terkait agar benar-benar terealisasi,” tegasnya.

Di antara kegiatan, turut hadir Ketua DPD PKS Jember dan Lumajang, tokoh masyarakat, kader, relawan, serta warga setempat. Dialog berlangsung terbuka dengan partisipasi aktif masyarakat.

Khusnul juga berkesempatan meluncurkan program Sekolah Patriot Kader Indonesia (Sakti) di Jember. Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

“PKS memandang kader sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Sekolah kepemimpinan partai ini menjawab tantangan masyarakat untuk menghadirkan pengambil kebijakan dan pelayan publik alternatif yang memiliki kapasitas terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas kepemimpinan dan integritas sumber daya manusia yang akan mengelola kebijakan publik di masa depan.

Baca Juga : Internasionalisasi Menguat, STIE Malangkucecwara Rintis Kerja Sama Global dengan Berbagai Negara

Sebagai contoh komitmen konkret, Khusnul menyebut program yang telah berjalan seperti KIP Jawara serta akses bantuan peternakan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, khususnya kelompok Desil 1–5.

“Program-program ini harus tepat sasaran. Kita ingin masyarakat kecil, petani, peternak, dan pelaku UMKM benar-benar merasakan kehadiran negara,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui reses ini, Khusnul berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat tetap terjaga sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan riil warga Jember dan sekitarnya.