Turut Sesuaikan Jadwal Masuk Sekolah, Berikut Skema Distribusi MBG di Kabupaten Malang Saat Ramadan

Reporter

Ashaq Lupito

15 - Feb - 2026, 08:45

Para pelajar SMP di Kabupaten Malang saat menerima MBG dari program pemerintah pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang tetap direalisasikan selama Ramadan 1.447 hijriah 2026. Namun demikian, skema distribusinya nantinya akan turut disesuaikan dengan jadwal pembelajaran di sekolah.

"Musim libur seperti kemarin (sebelumnya, red) kan ada mekanisme tersendiri ya. Jadi ditawarkan kepada sekolah dan murid-muridnya," ujar Sekretaris I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi.

Baca Juga : Ony DPRD Jatim Tekankan Kemandirian Pakan sebagai Kunci Daya Saing Peternak Tuban

Sebagaimana diketahui, menjelang hari pertama puasa Ramadan, Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah diteken oleh tiga kementerian. Yakni meliputi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri yang saat ini sudah ditetapkan.

Berdasarkan SEB 3 Menteri tersebut, terdapat tanggal pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat pada awal Ramadan 2026. Tanggal untuk belajar di rumah atau tempat ibadah pada awal puasa Ramadan 2026 tersebut berlangsung pada tanggal 18 Februari hingga 21 Februari 2026.

Sementara itu, hari pertama puasa Ramadan diperkirakan antara tanggal 18 atau 19 Februari 2026. Sehingga pada awal Ramadan tersebut pembelajaran tidak dilangsungkan di sekolah, namun belajar mandiri di rumah sebagaimana SEB yang sudah diteken oleh tiga menteri tersebut.

Mempertimbangkan kebijakan itulah, distribusi program MBG nantinya bakal disesuaikan dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Pemerintah Pusat. "Kadang-kadang kalau pembelajaran di sekolah libur kan mereka (para siswa, red) tidak bisa mengambil ke sekolah, jadi akan ada mekanisme tersendiri termasuk ditawarkan kepada sekolah dan murid-muridnya," ujar Mahila.

Mekanisme pendistribusian program MBG juga akan disesuaikan saat pembelajaran selama Ramadan dilangsungkan di sekolah. Di mana, pada skema awal distribusi MBG dimungkinkan bakal dilakukan antara dua atau tiga hari sekali.

"Tetap didistribusikan, jadi kemungkinan malah bisa pakai skema dua hari atau tiga hari sekali," imbuhnya.

Baca Juga : Pemprov Jatim Intervensi Distribusi Bahan Pokok, Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadhan

Perlu diketahui, para siswa akan kembali masuk sekolah setelah belajar mandiri pada bulan Ramadan 2026. Yakni mulai Senin (23/2/2025) sampai 14 Maret 2026.

"MBG tetap diberikan (selama Ramadan 2026, red), tapi dalam bentuk kering," pungkas Mahila.

Sebagaimana diberitakan, paket MBG kering yang disalurkan kepada para penerima manfaat termasuk siswa tersebut, terdiri dari berbagai macam menu. Yakni yang meliputi kurma, kacang kulit rebus, donat, susu, telur rebus, bubur kacang hijau, brownies, keripik tempe, hingga beragam buah-buahan yang di antaranya meliputi jeruk, pisang, hingga apel.

Nantinya, beberapa varian menu tersebut akan terbagi dalam beberapa paket. "Jadi sudah ada aturannya dan sudah sesuai hasil penghitungan dari nutrisionis (ahli gizi) di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," pungkas Mahila.