Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Keterbatasan Anggaran, Pemkab Malang Buka Peluang Investasi untuk Pengembangan Garam Tunnel

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

10 - Jan - 2026, 09:21

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring saat melakukan panen garam tunnel di pesisir Malang Selatan beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang saat ini tengah membuka peluang bagi pihak mana saja yang akan berinvestasi di Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan garam tunnel. 

Di mana saat ini pengembangan garam dengan metode tunnel juga sudah dilakukan di kawasan Pantai Modangan yang terletak di wilayah Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Rezeki atau Ujian? Ini Ramalan Keuangan Semua Zodiak 10 Januari 2026

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyampaikan, bahwa pengembangan garam dengan metode tunnel ini merupakan upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui daya saing produk garam. 

Victor menyebut, pihaknya telah melakukan penghitungan kebutuhan investasi dalam pengembangan garam dengan metode tunnel. Di mana untuk pengembangan garam dengan metode tunnel diperkirakan membutuhkan anggaran kurang dari Rp 1 milliar.  

"Perhitungannya kemarin kurang lebih tidak sampai Rp 1 miliar, sekitar Rp 600 jutaan sudah bisa beroperasi dan sudah bisa produksi," ungkap Victor. 

Pihaknya menyampaikan, adanya investasi itu nantinya akan menjadi dorongan yang kuat dan optimal untuk pengembangan garam dengan metode tunnel. Terlebih lagi garam yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan layak untuk bersaing dengan garam dari daerah-daerah lain di Indonesia. 

"Kualitas garam tunnel itu kualitas bahan baku industri pangan, makanan dan minuman, kualitas K1 dan super. Kualitas ini tidak bisa dicukupi oleh garam tambak yang dihasilkan masyarakat," ujar Victor. 

Lebih lanjut, terbukanya peluang untuk investasi pengembangan garam dengan metode tunnel ini merupakan salah satu upaya dari Pemkab Malang di tengah keterbatasan anggaran yang banyak dipangkas oleh pemerintah pusat. Pasalnya, jika mengandalkan APBD Kabupaten Malang tidak akan cukup untuk pengembangan garam dengan metode tunnel secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Jalan Stasiun Bakal Jadi Ikon Baru Kota Kediri

"Saat ini kami sedang berjuang. Salah satunya saat ada kunjungan tenaga ahli Menteri Pertanian, kami sampaikan supaya dicarikan investasi untuk pasca panennya," tutur Victor. 

Sementara itu, ke depan jika nantinya ada investor yang berinvestasi untuk pengembangan garam dengan metode tunnel di Kabupaten Malang dapat diolah menjadi berbagai produk yang lebih bernilai tinggi. Mulai dari bahan baku industri, farmasi hingga garam konsumsi. 

Pihaknya meyakini, dengan adanya hilirisasi garam diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan harga jual garam di pasaran. Victor menyebut, saat ini garam tunnel memiliki harga jual Rp 2.600 per kilogram. Sedangkan untuk garam kebutuhan industri dan konsumsi di atas Rp 5.000 per kilogram. 

Menurutnya, jika sudah ada hilirisasi terkait pengolahan garam untuk bahan baku industri, farmasi maupun konsumsi, maka akan meningkatkan harga jual garam tunnel dari Kabupaten Malang. Sehingga akan berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang, utamanya yang berada di wilayah pesisir Malang Selatan.


Topik

Pemerintahan pemkab malang investasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan