JATIMTIMES - Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya semakin menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Tingginya minat warga terlihat dari jumlah penumpang yang konsisten menembus angka 80 ribu orang dalam dua bulan terakhir di wilayah Malang Raya.
Dari data operator Bus Trans Jatim mencatat, sejak mulai beroperasi pada 20 November 2025, jumlah penumpang mengalami dinamika dari bulan ke bulan. Pada November 2025, layanan ini melayani 38.805 penumpang, sebelum melonjak tajam menjadi 103.241 penumpang pada Desember 2025.
Baca Juga : Menepi Sejenak ke Kebun Teh Wonosari: Sejuknya Bikin Enggan Pulang
Memasuki Januari 2026, jumlah pengguna masih tergolong tinggi dengan 85.842 penumpang. Namun, angka tersebut sempat menurun pada Februari dan Maret, masing-masing menjadi 68.438 penumpang dan 68.230 penumpang.
Koordinator Wilayah VIII Trans Jatim Malang Raya, Ridwan A Hartawidjaja, menjelaskan bahwa penurunan jumlah pengguna pada awal tahun dipengaruhi momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat sedikit berkurang dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Itu karena libur pada Ramadan maupun Lebaran, sehingga memengaruhi jumlah penumpang yang ada,” kata Ridwan.
Meski demikian, tren kenaikan kembali terlihat setelah periode tersebut berlalu. Pada April 2026 jumlah penumpang tercatat mencapai 83.596 orang, sedangkan pada Mei 2026 meningkat menjadi 87.700 penumpang.
Ridwan menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan Bus Trans Jatim semakin diterima oleh masyarakat sebagai moda transportasi alternatif. Tingginya angka penumpang juga menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang nyaman dan terjangkau.
“Lebih tepatnya pada April ada 83.596 penumpang dan Mei ada 87.700 penumpang,” terangnya.
Baca Juga : 3 Mie Instan dengan Natrium Tertinggi: Bikin Cepat Haus hingga Sebabkan Hipertensi
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, menambahkan pertumbuhan jumlah pengguna Bus Trans Jatim masih berada dalam tren yang positif. Bahkan, tingkat keterisian pada sejumlah armada dapat mencapai kapasitas maksimal.
“Untuk satu bus, tingkat keterisiannya bisa 100 persen,” tegas Cito.
Melihat tingginya animo masyarakat, evaluasi secara berkala akan dilakukan, terhadap fasilitas di dalam bus serta sarana pendukung seperti shelter dan titik pemberhentian.
