Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

7 Doa dan Amalan Awal Tahun Muharram, Dibaca dari Setelah Asar 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

15 - Jun - 2026, 16:21

Placeholder
Ilustrasi salat tasbih saat malam 1 Muharram. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Tahun Baru Islam 1 Muharram menjadi momen yang dimanfaatkan banyak umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan bermuhasabah. Dalam tradisi masyarakat Muslim di Indonesia, malam pergantian tahun Hijriah atau malam 1 Suro kerap diisi dengan berbagai amalan. 

Meski sebagian amalan tersebut tidak memiliki dalil khusus dari Rasulullah SAW, para ulama memperbolehkannya selama tidak diyakini sebagai ibadah yang secara spesifik disyariatkan Nabi Muhammad SAW. Yang terpenting, amalan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga : Strategi Pemkot dan PA Surabaya Cegah Pernikahan Dini Berbuah Penurunan Diska

Lantas, apa saja amalan yang dianjurkan saat menyambut Tahun Baru Islam? Berikut ulasannya sebagaimana dilansir dari akun resmi Madrasah Salafiyah Madariju Ulum Kosambi. 

1. Membaca Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun

Salah satu amalan yang populer dilakukan saat pergantian tahun Hijriah adalah membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Doa akhir tahun dibaca setelah salat asar pada 29 Dzulhijjah. Sementara doa awal tahun dibaca setelah Magrib pada tanggal 1 Muharram. Hal ini karena perhitungan kalender Hijriah dimulai sejak matahari terbenam.

Doa awal tahun biasanya dibaca sebanyak tiga kali dengan harapan memperoleh keberkahan, perlindungan, serta kemurahan Allah SWT sepanjang tahun yang akan dijalani.

Dalam kitab Maslakul Akhyar, doa akhir tahun berbunyi:

Doa Akhir Tahun

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَّبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin:
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa'as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.

Artinya:
"Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."

Adapun doa awal tahun adalah sebagai berikut.

Doa Awal Tahun

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:
"Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."

2. Membaca Surat Yasin Tiga Kali

Amalan lain yang cukup dikenal masyarakat saat malam 1 Muharram adalah membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali, biasanya dilakukan setelah salat Magrib.

Setiap bacaan Yasin diniatkan untuk tujuan yang berbeda, yakni memohon umur panjang dan berkah, perlindungan dari musibah, serta memohon hati yang kaya dan kelapangan rezeki.

Namun, perlu dipahami bahwa amalan ini bukan berasal dari tuntunan khusus Rasulullah SAW, melainkan anjuran sejumlah ulama.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, menjelaskan bahwa membaca Yasin pada malam 1 Muharram diperbolehkan selama tidak dinisbatkan sebagai sunah Nabi.

"Kalau ada orang mengatakan 'Wahai santriku, bacalah Yasin 16 kali.' Enggak ada masalah. Asalkan jangan ngomong 'Rasulullah menganjurkan begini.' Enggak boleh kalau Anda menisbatkan Nabi. Kalau Anda hanya menyuruh saja karena hari ini hari libur daripada kamu nggak karu-karuan ke mana, kamu baca Yasin 16 kali, Nak. Kan begitu bagus." ungkap Buya Yahya. 

Dalam kitab Ma Dza fi Sya'ban, Sayyid Muhammad bin Ali bin Abbas al-Maliki juga menjelaskan bahwa membaca Yasin tiga kali, 30 kali, 100 kali, bahkan mengkhatamkan Al-Qur'an sambil memohon berbagai hajat merupakan hal yang diperbolehkan.

"Siapa saja yang membaca surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta'ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah." demikian keterangan dalam kitab tersebut. 

Niat Yasin Pertama
Diniatkan untuk memohon umur panjang yang dipenuhi keberkahan, ketakwaan, serta istiqamah dalam beribadah.

Baca Juga : 9 Mitos Malam 1 Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat Jawa, Benarkah Membawa Kesialan?

Niat Yasin Kedua
Diniatkan agar dijauhkan dari berbagai musibah lahir maupun batin, atau sebagai bentuk doa tolak bala.

Niat Yasin Ketiga
Diniatkan untuk memohon hati yang kaya, kelapangan rezeki, serta keteguhan iman hingga akhir hayat.

3. Membaca Ayat Kursi 360 Kali

Ustazah Halimah Alaydrus juga menganjurkan umat Islam memperbanyak membaca Ayat Kursi pada malam 1 Muharram. Beliau menyebutkan bahwa Ayat Kursi dapat dibaca sebanyak 360 kali dengan diawali bacaan basmalah.

Membaca Ayat Kursi pada bulan Muharram, khususnya di hari pertama atau malam 1 Muharram, memiliki fadhilah utama berupa benteng perlindungan dari Allah SWT, penjagaan dari gangguan setan, dan keselamatan dari hal buruk selama setahun ke depan. 

Jika terasa berat, sebagian ulama juga memberikan keringanan jumlah, seperti cukup dibaca 121 kali, 41 kali, atau 7 kali setelah Maghrib di malam 1 Muharram.

4. Minum Susu Putih dengan Niat Tafa'ulan

Sebagian ulama juga menganjurkan minum susu putih pada malam 1 Muharram, dimulai setelah Magrib hingga sebelum Subuh.

Amalan ini dilakukan dengan niat tafa'ulan, yakni mengharap kebaikan melalui simbol tertentu. Warna putih pada susu dimaknai sebagai harapan agar tahun yang dijalani menjadi tahun yang bersih, suci, dan dipenuhi kebaikan.

Biasanya, amalan ini disertai doa ketika minum susu sesuai tuntunan yang telah diajarkan dalam Islam. Berikut ini bacaannya. 

ُ‎اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْه

Artinya: "Ya Allah, berkahilah minuman kami dan tambahkanlah darinya (rezeki) pada kami."

5. Melaksanakan Salat Tasbih

Salat Tasbih juga menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan sebagian ulama untuk mengisi malam pergantian tahun Hijriah.

Salat sunah ini dikenal sebagai ibadah yang dipenuhi bacaan tasbih dengan harapan memperoleh ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang telah lalu.

Pengasuh Lembaga Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA), KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, pernah membagikan amalan yang diyakini dapat menjadi ikhtiar memohon ampunan kepada Allah SWT.

Amalan yang dimaksud adalah melaksanakan salat tasbih disertai wirid tasbih. Menurut Gus Baha, ibadah tersebut memiliki keistimewaan tersendiri karena berkaitan dengan penghapusan dosa.

"Ini ada ibadah yang menghapus dosa tetapi bentuk wiridnya itu tasbih. Tidak ada istighfarnya inilah rahasia kenapa saya mengajarkan tasbih," kata Gus Baha, dikutip dari buku Islam Santuy Ala Gus Baha, Senin (15/6/2026). 

6. Menulis Basmalah dan Ar-Rahman

Dalam sebagian tradisi masyarakat Muslim, terdapat pula amalan menulis lafaz tertentu sebagai bentuk ikhtiar dan doa. Syaratnya, saat menulis lafaz basmalah dan Ar-Rahman harus dalam keadaan suci. Waktunya mulai setelah magrib hingga sebelum subuh. 

Disebutkan bahwa siapa saja yang menulis lafaz basmalah sebanyak 113 kali tanpa harakat di atas kertas, kemudian menyimpannya di dompet, diharapkan memperoleh perlindungan dari berbagai keburukan bagi dirinya dan keluarganya selama kertas tersebut disimpan.

Selain itu, ada pula amalan menulis lafaz Ar-Rahman sebanyak 50 kali tanpa harakat dengan harapan dijauhkan dari keburukan pemimpin yang zalim.

Demikian doa awal tahun dan amalan yang bisa dilaksanakan pada malam 1 Muharram. Semoga informasi ini bermanfaat. 


Topik

Serba Serbi tahun baru islam 1 muharram malam 1 suro doa akhir tahun doa awal tahun hijriah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi