Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bediding Mulai Terasa di Kota Malang, BPBD Sebut Tahun Ini Bisa Lebih Ekstrem

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Yunan Helmy

01 - Jun - 2026, 19:04

Placeholder
Ilustrasi fenomena 'bediding' di Kota Malang. (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Suhu udara dingin mulai menyelimuti Kota Malang mulai akhir Mei hingga memasuki Juni 2026. Fenomena yang dikenal masyarakat sebagai 'bediding' tersebut kini semakin terasa, terutama pada malam hingga pagi hari, dan diperkirakan akan berlangsung lebih intens dalam beberapa bulan mendatang.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Malang Prayitno mengatakan, fenomena bediding tahun ini berpotensi lebih kuat dibandingkan biasanya karena terjadi bersamaan dengan pengaruh El Nino. Kondisi tersebut dapat memicu anomali cuaca berupa suhu yang lebih dingin pada malam hari dan lebih panas saat siang.

Baca Juga : Periode Mei Terjadi 772 Gempa Bumi, 4 Kejadian Terasa di Jatim dan Sekitarnya

“Penurunan suhu terjadi karena minimnya tutupan awan saat musim kemarau, sehingga panas yang tersimpan di permukaan Bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari. Selain itu, angin muson timur dari Australia juga membawa massa udara yang lebih kering dan dingin ke wilayah Indonesia,” ujar Prayitno, Senin (1/6/2026).

Menurut dia, minimnya awan selama musim kemarau membuat pelepasan panas dari permukaan Bumi berlangsung lebih cepat ketika malam tiba. Akibatnya, suhu udara pada dini hari hingga pagi hari terasa lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kota Malang mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama fenomena bediding berlangsung.

"Masyarakat diimbau menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, menjaga daya tahan tubuh, serta mengurangi aktivitas yang berisiko terpapar udara dingin secara berlebihan," imbuhnya.

Prayitno menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena musiman tersebut. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi kelompok rentan yang lebih mudah terdampak perubahan suhu ekstrem.

"Yang perlu diperhatikan adalah kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Suhu dingin dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik," ujarnya.

Baca Juga : H-2 Berakhirnya Promo MeiLAJU, PLN UP3 Malang Gelar Sarling Serentak se-Malang Raya Menjelang Hari Lahir Pancasila

Tak hanya berdampak pada kesehatan, fenomena bediding juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan peternakan. Di wilayah dataran tinggi, suhu yang sangat rendah dapat memicu terbentuknya embun es atau bun upas yang berisiko merusak tanaman pertanian.

Karena itu, BPBD Kota Malang turut mengingatkan para petani dan peternak agar melakukan langkah antisipasi sejak dini guna mengurangi potensi kerugian akibat cuaca dingin yang lebih ekstrem.

"Kami berharap masyarakat terus memantau informasi cuaca dan melakukan langkah-langkah pencegahan sesuai kondisi di wilayah masing-masing," pungkas Prayitno.

 


Topik

Peristiwa Bediding Kota Malang suhu udara dingin Pemkot Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa