Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Wamen Komdigi Launching Festival Egrang Ke-14, Sebut Tanoker Permainan Relevan di Tengah Gempuran Digitalisasi

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

10 - May - 2026, 08:38

Placeholder
Acara launching Festival Egrang Ke-14.

JATIMTIMES - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi)  RI Nezar Patria bersama istri, Prof Dr Murtiningsih SSos, Sabtu (9/5/2026) datang ke Jember untuk melaunching Festival Egrang (FE) Ke-14 di Pasar Lumpur Dusun Krajan, Desa Sumberlesung Ledokombo, Jember.

Kedatangan wamenkomdigi didampingi Pj Sekda Jember Ahmad Helmi Luqman, Kepala Dinas Kominfo Pemkab Jember Regar Jeane Daelanta, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha. Mereka disambut dengan tarian egrang yang dibawakan oleh anak-anak komunitas Tanoker.

Baca Juga : Sejumlah Desa di Jember Blank Spot Internet, Wamen Komdigi: Segera Kami Petakan

Kepada wartawan, Nezar Patria menyatakan bahwa egrang atau tanoker merupakan permainan yang relevan untuk anak-anak di tengah gempuran permainan digitalisasi yang saat ini sudah merasuki anak-anak di Indonesia.

"Kami melihat egrang atau tanoker ini adalah permainan relevan yang sangat pas atau cocok untuk anak-anak di tengah derasnya gempuran permainan digital," ujar Nezar.

Selain itu, Nezar menilai bahwa dalam permainan egrang atau tanoker, terdapat banyak hikmah yang bisa diambil. Di antaranya melatih anak untuk menjaga keseimbangan serta mengajarkan anak-anak tentang jiwa  sosial, bahu-membahu dan saling menguatkan saat salah satu temannya terjatuh.

"Permainan tanoker ini mengajarkan kepada anak-anak untuk melatih keseimbangan dan menumbuhkan jiwa sosial. Saat salah satu anak ada yang terjatuh, mereka saling menguatkan untuk bangun lagi, dan tidak ada builying," ujarnya.

Selain itu, wamen komdigi  mengapresiasi acara tersebut karena selain sebagai pelestarian permainan tradisional, Festival Tanoker juga menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Sementara, Pj Sekda Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Egrang Ke-14 sekaligus peringatan Hari Pendidikan Nasional.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Bapak Bupati Gus Muhammad Fawait, dan seluruh masyarakat Jember, kami menyampaikan selamat datang dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Bapak Nezar Patria. Kehadiran beliau memberikan motivasi dan dorongan sinergi yang kuat antara teknologi digital dengan pelestarian budaya bangsa,” ujarnya.

Ia menegaskan, di tengah derasnya arus globalisasi dan transformasi digital, generasi muda tidak boleh kehilangan jati diri bangsa. Menurut dia, permainan tradisional egrang bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan karakter yang mengajarkan keseimbangan, keberanian, ketekunan, sportivitas, dan kerja sama.

“Tema ‘Permainan Tradisional Egrang di Era Digital’ menjadi pesan penting bahwa tradisi dan teknologi tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus berjalan beriringan. Kami ingin anak-anak muda Jember menjadi generasi modern, cerdas, kreatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa,” tambahnya.

Baca Juga : Harisandi DPRD Jatim: Madura Harus Naik Kelas Jadi Pusat Industri Garam Nasional Terintegrasi

Supoharjo selaku pembina tanoker Ledokombo, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tanoker di wilayahnya dimulai 14 tahun silam. Permainan ini diawali kebiasaan anak-anak di desa tersebut bermain disawah.

Kemudian di sela-sela bermain, anak juga belajar menggunakan egrang, yang sudah menjadi tradisi lomba masyarakat sekitar.

"Dulu egrang atau tanoker, oleh warga sini dijadikan saran lomba lari, kemudian kami kenalkan ke anak-anak. Namun anak-anak tidak senang belajar egrang dengan adu kecepatan, tapi mereka lebih suka belajar menari dengan menggunakan egrang, dari sini akhirnya muncul festival ini," ujar Supo, panggilan Supoharjo.

Tidak hanya itu. Adanya pasar Lumpur tempat launching Festival Egrang ini juga diawali dari permainan anak-anak di sawah. Saat itu, anak-anak bermain dengan membawa bekal makanan.

Karena setiap Minggu terus ramai, akhirnya dibukalah pasar lumpur. pelaku usaha atau penjual di pasar tersebut adalah orang tua dari anak-anak yang ikut dalam komunitas Tanoker. 

 


Topik

Pemerintahan Festival Egrang Jember Tanoker wamen komdigi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy