JATIMTIMES - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri menghadiri kegiatan Halal Bihalal UMKM se-Kabupaten Kediri yang diselenggarakan di Aula Sentra Pasar Ikan Gumul. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal.
Dalam kegiatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka layanan pendaftaran langsung bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi peserta. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan kepesertaan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat bahwa perlindungan kerja tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga bagi pelaku usaha mandiri dan pekerja sektor informal.
Baca Juga : Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, Wakil Wali Kota Malang Tekankan Peran Semua Elemen
Selain sosialisasi dan pendaftaran, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri turut menyerahkan simbolis manfaat klaim kepada ahli waris peserta. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri, Suriyadi, bersama Kepala Bagian Perekonomian dan Pelaksana Tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Santoso, serta Ketua Paguyuban Kelud Mandiri, Gatot Siswanto.
Penyerahan manfaat tersebut diberikan kepada ahli waris almarhumah Mariza Wiwid Anggraini, pekerja UMKM, yang menerima total manfaat sebesar Rp52.891.350. Rinciannya terdiri dari santunan kematian sebesar Rp42.000.000 dan manfaat Jaminan Hari Tua sebesar Rp10.891.350. Selain itu, santunan kematian sebesar Rp42.000.000 juga diserahkan kepada ahli waris almarhum Sukari, yang merupakan pengurus RT/RW di Kabupaten Kediri.
Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan simbolis kartu kepesertaan kepada Setiarningsih sebagai bentuk perluasan perlindungan bagi pekerja sektor informal. Penyerahan kartu tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi pelaku UMKM lainnya untuk segera mendaftarkan diri dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan Halal Bihalal UMKM tersebut turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri, Ketua Paguyuban Kelud Mandiri, Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Camat Ngasem, serta Kepala Bagian Perekonomian dan Pelaksana Tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan bersama dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pelaku UMKM di daerah.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri, Suriyadi, mengatakan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi seluruh pekerja, termasuk pelaku UMKM yang memiliki risiko kerja tidak kalah besar dibanding sektor formal.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pekerja, termasuk sektor UMKM, mendapatkan perlindungan yang layak. Risiko kerja dapat terjadi kapan saja, dan melalui BPJS Ketenagakerjaan, negara hadir memberikan jaminan perlindungan bagi pekerja dan keluarganya. Kami juga terus mendorong agar semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Kediri yang menjadi peserta aktif,” ujar Suriyadi.
Baca Juga : KNMP Pujiharjo Sudah Beroperasi, Tiga Fasilitas Menunggu Dibangun Pusat
Ia menambahkan, penyerahan manfaat kepada ahli waris menjadi bukti nyata bahwa program BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan langsung bagi peserta dan keluarganya. Menurutnya, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam menciptakan rasa aman bagi pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga.
“Penyerahan manfaat hari ini menjadi bukti bahwa program BPJS Ketenagakerjaan benar-benar dirasakan manfaatnya. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya memperluas kepesertaan, khususnya di sektor UMKM, guna meningkatkan perlindungan pekerja informal serta menjaga kesejahteraan dan ketahanan ekonomi keluarga.
