JATIMTIMES – Masalah banjir yang melanda sejumlah titik di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius jajaran legislatif. Pasca menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Komisi D DPRD Magetan , menegaskan komitmennya untuk mencari solusi komprehensif, mulai dari normalisasi hingga pembangunan infrastruktur sudetan.
Ketua Komisi D DPRD Magetan Riyin Nur Asiyah menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memetakan rencana penanganan dalam tiga tahap: jangka pendek, menengah, dan panjang. Menurutnya, kontur wilayah Magetan yang berada di kaki pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan drainase.
Baca Juga : Sekitar 400 Jiwa di Kabupaten Malang Positif Kanker Serviks: 50 Persen Meninggal, Rentang Usia 30-69 Tahun
"Kendala terbesar kita adalah kontur daerah yang tinggi rendahnya tidak sama. Kita berada di area pegunungan, sehingga banyak existing yang tingginya lumayan menantang untuk mengalirkan air. Namun, tadi kita sudah mencari solusi bersama Dinas PU," ujar Riyin setelah RDP, Kamis (09/04/2026).
Riyin menjelaskan, sejumlah langkah teknis telah disiapkan, di antaranya pembangunan sudetan, normalisasi irigasi, hingga pemasangan bumbung. Dinas Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah bergerak melakukan pengerukan sedimentasi.
"Normalisasi sudah mulai dikerjakan dan target dari PU akan selesai dalam waktu dua minggu. Setelah itu, kita rencanakan pembangunan bronjong dan sudetan di titik-titik yang memiliki kemiringan ekstrem hingga 2,1 meter," tambahnya
Untuk mendukung langkah cepat tersebut, anggaran sebesar Rp2,55 miliar telah disiapkan untuk penanganan jangka pendek melalui dana Biaya Tak Terduga (BTT).
Senada dengan Komisi D, Ketua DPRD Magetan , Ratno menekankan bahwa banjir yang terjadi baru-baru ini merupakan fenomena yang jarang terjadi dalam 15 tahun terakhir. Oleh karena itu, penggunaan teknologi seperti drone dan mapping zonasi menjadi krusial dalam mitigasi. "Ini sejarah juga di Magetan terjadi banjir seperti ini. Mau tidak mau harus kita perjuangkan melalui Banggar. Kita tidak ingin ini terulang kembali," tegasnya
DPRD mencatat ada tiga poin utama yang menjadi atensi antara lain Alih Fungsi Lahan dengan melakukan evaluasi lahan yang peruntukannya tidak sesuai. Normalisasi Sungai dengan pengerukan sedimentasi secara menyeluruh. Kemudian ketersediaan BTT dengan memastikan pos anggaran siap digunakan untuk keadaan darurat.
Baca Juga : Lonjakan Harga Plastik Hantam UMKM, Akademisi Dorong Dua Intervensi
Salah satu titik paling mendesak yang dibahas adalah kawasan Sudetan Srogo untuk mengurai aliran air menuju KPR hingga Polres Sukomoro. Selain itu, penanganan di area belakang Samsat dan Asia Baru juga menjadi sorotan karena adanya bangunan yang memakan median jalan dan sempadan sungai.
"Perlu pendekatan persuasif. Ada alokasi sekitar Rp175 juta untuk swakelola dalam waktu dekat agar evakuasi dan perkuatan struktur bisa segera dilakukan. Kita sarankan warga tetap berhati-hati karena ada beberapa struktur bangunan yang rawan jika tidak segera diperkuat," jelasnya.
Secara keseluruhan, estimasi kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan masalah banjir secara total mencapai Rp16 miliar, dengan kebutuhan khusus pembangunan sudetan sekitar Rp6 miliar. Legislatif berkomitmen untuk terus mengawal progres ini agar kenyamanan masyarakat Magetan kembali pulih.
