Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Banner Dicopot, Hambat Warga Griyashanta Buka Ruang Diskusi untuk Rumuskan Solusi

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

08 - Apr - 2026, 16:07

Placeholder
Lokasi pintu masuk menuju Perumahan Griyashanta.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Polemik di Perumahan Griyashanta, Kelurahan Mojolangu, terus berlanjut. Ketegangan warga belum mereda hingga awal April 2026.

Terbaru, sebuah banner ajakan diskusi warga tiba-tiba hilang. Warga sebelumnya memasang banner itu sebagai ruang membuka dialog.

Baca Juga : Saat Gejala Tak Terlihat, Peneliti Kembangkan Cara Baru Deteksi Hipotiroid pada Bayi

Banner tersebut mengajak warga berdialog terbuka. Tujuannya mencari solusi atas konflik yang belum menemukan titik temu.

Warga memasang banner pada Senin malam, 6 April 2026. Namun, pihak tak dikenal mencopotnya pada Rabu pagi, 8 April 2026.

Sejumlah warga menilai pencopotan itu mencederai semangat demokrasi. Mereka menilai tindakan tersebut menghambat ruang komunikasi terbuka.

“Melalui banner itu kami mengajak warga berdialog dan terbuka. Tiba-tiba dicopot, ini menghalangi demokrasi,” ujar M. Nasrul Hamzah.

Hamzah merupakan anggota Forum Komunikasi dan Diskusi Warga RW 12. Ia menyayangkan hilangnya media ajakan tersebut.

Polemik ini bermula dari penolakan sebagian warga terhadap rencana jalan tembus. Pemerintah Kota Malang menggagas pembangunan itu.

Lahan yang direncanakan menjadi jalan berstatus PSU yang berada pada kewenangan Pemerintah Kota Malang. 

Baca Juga : Israel Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, Tegaskan Lebanon Tidak Termasuk Kesepakatan

Fakta terbaru menunjukkan tidak semua warga RW 12 menolak rencana itu. Perbedaan sikap memicu dinamika di lingkungan setempat.

Melalui banner, sebagian warga juga menyampaikan kelelahan. Mereka terbebani donasi yang terus dihimpun selama konflik berlangsung.

Hamzah berharap semua pihak membuka ruang dialog. Ia ingin warga menerima informasi utuh dan tidak simpang siur.

"Kami kan hanya ingin ada dialog terbuka dengan semua pihak yang berkepentingan. Jadi terutama agar warga ini tidak menerima informasi yang simpang siur," pungkas Hamzah. 


Topik

Peristiwa Perumahan griyashanta perum griyashanta geger perum griyashanta



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya