Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Dukung Penataan Pemkot Surabaya, Dewan Kebudayaan Adalah Ruang Kolaborasi dan Bukan Eliminasi

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - Mar - 2026, 13:37

Placeholder
Ilustrasi kesenian ludruk Surabaya

JATIMTIMES - Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam melakukan penataan ruang kebudayaan di Balai Pemuda mendapat dukungan. Mantan Wakil Ketua Tim Transformasi Lembaga Kebudayaan Surabaya, M. Isa Ansori, menegaskan bahwa kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat ini justru merupakan upaya strategis untuk memperkuat ekosistem seni melalui hadirnya Dewan Kebudayaan Surabaya.

Menurut Isa, kehadiran lembaga baru ini bukan untuk menggusur atau meniadakan lembaga yang sudah ada, melainkan sebagai bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memfasilitasi para pelaku seni secara lebih tertib dan berkelanjutan.

Baca Juga : Angka Kemiskinan Kota Batu Turun ke 2,86 Persen, Pemkot Fokus Tekan Ketimpangan di RKPD 2027

Ia menjelaskan bahwa kegelisahan yang sempat muncul di tengah masyarakat merupakan dinamika yang wajar sebagai bentuk kecintaan terhadap seni. Namun, Isa menekankan bahwa secara proporsional, langkah Pemkot Surabaya bertujuan merangkul dan menumbuhkan gairah berkreasi di ruang publik.

"Saya sampaikan secara jernih, tidak ada niat sedikit pun dari Wali Kota Surabaya untuk menggusur atau menegasikan lembaga yang telah ada. Justru sebaliknya, pemerintah hadir untuk menata agar dukungan dapat tersalurkan secara tepat dan akuntabel sesuai amanat UU Pemajuan Kebudayaan," ujar Isa Ansori pada Sabtu (28/3/2026).

Isa menilai posisi Pemkot Surabaya sudah berada pada jalur yang benar dalam niatnya memfasilitasi ruang ekspresi yang lebih sehat. Ia menegaskan bahwa Dewan Kebudayaan Surabaya berfungsi sebagai jembatan strategis, bukan sebagai alat untuk melebur identitas komunitas seni seperti Dewan Kesenian maupun Bengkel Muda.

"Semangat yang dibangun Pemkot adalah kolaborasi tanpa harus melebur, sinergi tanpa harus menyeragamkan. Dewan Kebudayaan justru menjadi rumah bersama agar semua pihak bisa saling menguatkan tanpa kehilangan jati diri masing-masing," tambahnya.

Dukungan ini juga didasari pada visi jangka panjang untuk menjadikan Balai Pemuda sebagai jantung atmosfer kebudayaan yang inklusif. Isa berharap penataan ini membuka ruang dialog yang lebih setara bagi semua pegiat seni, mulai dari pusat kota hingga ke kampung-kampung.

Baca Juga : Mulai Hari Ini! Pemerintah Blokir Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Ini Daftar Platform yang Terdampak

"Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yang hidup dari denyut kebudayaannya. Penataan yang dilakukan bukanlah pembatasan, melainkan upaya membuka ruang publik yang lebih transparan dan berkeadilan bagi semua pihak," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pelaku seni untuk terus menjaga semangat Arek Suroboyo yang egaliter dan guyub demi membangun kepercayaan bersama dalam merawat rumah besar kebudayaan Surabaya.

“Mari kita rawat bersama Surabaya sebagai kota yang hidup dari denyut kebudayaannya, serta kota yang menjadikan kebersamaan sebagai fondasi, dan kolaborasi sebagai jalan ke depan,” pungkasnya. 


Topik

Pemerintahan Pemkot Surabaya Dewan Kebudayaan Ruang Kolaborasi Eliminasi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan