Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Suhat Malang Banjir Saat Hujan, Warga Pertanyakan Proyek Drainase Pemprov Jatim Rp32 Miliar

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Mar - 2026, 14:22

Placeholder
Proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang yang tergenang banjir padahal baru saja diperbaiki (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hujan yang mengguyur Kota Malang, Senin (2/3/2026) sore, kembali menyisakan persoalan klasik di kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau Suhat, Kecamatan Lowokwaru. Genangan air muncul dan mengalir deras, padahal proyek drainase senilai sekitar Rp32 miliar yang dikerjakan Dinas PU SDA Pemprov Jatim di kawasan tersebut baru saja rampung pada awal tahun 2026.

Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB itu sontak memicu keluhan warga. Air yang menggenang tak hanya menutup badan jalan, tetapi juga merendam sejumlah warung di sekitar lokasi. Derasnya arus bahkan dinilai membahayakan pengendara yang melintas.

Baca Juga : 45 Rumah Warga Ngawi Rusak Diterjang Hujan dan Angin Puting Beliung

Salah satu warga Lowokwaru, Agnes, mengungkapkan bahwa ketinggian air sempat mencapai semata kaki bahkan lebih. Kondisi tersebut membuat pengendara kesulitan melintas.

“Iya, banjir tadi lumayan tinggi, alirannya juga deras. Pengendara yang lewat sampai kesulitan,” ujar Agnes. 

Menurutnya, air tidak hanya berhenti di jalan raya. Beberapa warung di sekitar lokasi ikut terdampak akibat luapan air yang masuk hingga ke dalam bangunan. “Yang bahaya itu arusnya lumayan deras. Sempat masuk ke warung-warung juga airnya,” katanya.

Agnes mengaku heran banjir masih saja terjadi setelah adanya proyek pembangunan gorong-gorong dan drainase yang digadang-gadang mampu mengatasi persoalan genangan di Suhat.

“Gak tahu ya kenapa, padahal habis ada proyek gorong-gorong itu kan buat ngatasi banjir. Tapi kok masih banjir juga,” ungkapnya.

Ia berharap ada tanggung jawab dan evaluasi menyeluruh dari pemerintah agar proyek yang telah menghabiskan anggaran besar tersebut benar-benar memberi solusi, bukan justru memunculkan persoalan baru. “Pemerintah harus tanggung jawab sama hasilnya. Cari solusi kok malah nambah masalah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa genangan terjadi di tiga titik wilayah Kecamatan Lowokwaru. Banjir dipicu saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan dengan intensitas cukup tinggi.

“Terdapat tiga titik genangan di wilayah Kecamatan Lowokwaru, yakni di Jalan Soekarno Hatta (Kelurahan Jatimulyo), Jalan Ikan Tombro (Kelurahan Mojolangu), dan Jalan Sudimoro (Kelurahan Mojolangu),” jelas Prayitno.

Baca Juga : Anggaran Perpusnas 2026 Anjlok Jadi Rp 377 Miliar, Terendah dalam 5 Tahun Terakhir

Luapan air sempat menggenangi badan jalan serta beberapa rumah warga. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan terdampak mengalami perlambatan cukup signifikan. “Laporan yang kami terima, ketinggian genangan air mencapai 80 centimeter,” katanya.

Meski demikian, hasil asesmen sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan berarti akibat peristiwa tersebut. Kerugian materiil juga dilaporkan nihil.

BPBD mencatat air mulai berangsur surut sekitar pukul 19.00 WIB dan dinyatakan surut total pada pukul 19.30 WIB. Hingga laporan terakhir, kondisi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Namun, pemantauan tetap dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.

Sejumlah langkah cepat telah dilakukan, mulai asesmen dampak kejadian, pemantauan oleh Kelurahan Tangguh Bencana, hingga imbauan kewaspadaan kepada warga. 

Sebagai upaya mitigasi jangka panjang, BPBD merekomendasikan pembersihan dan pemantauan rutin saluran drainase, pengecekan titik rawan sumbatan serta sedimentasi, hingga pengusulan pembangunan embung atau Rain Storage Infiltration Facility di kawasan rawan genangan. Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen juga didorong untuk digiatkan secara rutin di tingkat RT dan RW.

“Kami imbau masyarakat juga harus patuh, jangan membuang sampah sembarangan dan sama sama menjaga,” tandasnya.


Topik

Peristiwa banjir kota malang jalan suhat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sampang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa