JATIMTIMES - Cuaca yang tidak menentu mulai memberi dampak terhadap sejumlah komoditas bahan pokok, khususnya cabai. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang pun mewaspadai potensi gejolak harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari, mengakui bahwa faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap hasil panen, terutama untuk komoditas hortikultura seperti cabai.
Baca Juga : Mobil Grandmax Terbakar Hebat di Kota Malang, Api Merembet ke Dua Rumah Warga
“Kalau untuk tanaman seperti cabai pasti berpengaruh. Karena ini kan terkait hasil panen. Kadang-kadang karena hujan terus-menerus, cabainya bisa rusak atau busuk,” ujar Eka.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran. Namun demikian, Diskopindag menegaskan bahwa fokus utama menjelang Lebaran bukan semata pada harga, melainkan pada ketersediaan stok.
Eka menjelaskan, gejolak harga masih dapat dikendalikan selama pasokan di pasar tetap tersedia. Situasi akan menjadi lebih berat apabila kenaikan harga dibarengi dengan kelangkaan barang.
“Yang lebih berat itu ketika harganya sudah naik, stoknya tidak ada. Kalau stok masih ada, masyarakat masih relatif tenang. Tapi kalau sudah langka, itu yang bisa memicu panic buying,” tegasnya.
Karena itu, Diskopindag berupaya memastikan distribusi dan pasokan bahan pokok tetap lancar. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan di pasaran.
Sebagai langkah antisipatif, apabila sampai terjadi kelangkaan, Diskopindag menyiapkan opsi operasi pasar. Namun demikian, pihaknya berharap kondisi tersebut tidak terjadi.
Baca Juga : Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Banyuwangi Luncurkan Program “Lapor Camat”
“Kalau sampai ada kelangkaan, ya kita gelar operasi pasar. Tapi mudah-mudahan tidak sampai ke sana,” imbuhnya.
Selain operasi pasar, pengendalian harga dan pasokan juga dilakukan melalui sejumlah program lain. Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin digelar dinilai cukup membantu menstabilkan harga sejumlah komoditas, termasuk cabai.
Upaya stabilisasi juga melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) melalui program GPM, Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta dukungan dari berbagai skema intervensi lainnya.
Dengan sinergi lintas perangkat daerah tersebut, Diskopindag berharap kebutuhan bahan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi gejolak signifikan menjelang Lebaran.
