Realisasi Pemanfaatan DBHCHT Kabupaten Sumenep Capai 85 Persen, Konsentrasikan Pengobatan Warga Tak Mampu | Sampang TIMES

Realisasi Pemanfaatan DBHCHT Kabupaten Sumenep Capai 85 Persen, Konsentrasikan Pengobatan Warga Tak Mampu

Oct 13, 2021 13:32
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono sewaktu ditemui di ruang kerjanya (Foto: Ist/JatimTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono sewaktu ditemui di ruang kerjanya (Foto: Ist/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep mendapatkan kucuran anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 senilai Rp 27,7 Miliar. 

Dana tersebut oleh Dinkes dimanfaatkan untuk membiayai iuran BPJS warga kurang mampu yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) JKN-BPJS dan pengadaan obat serta pengadaan bahan medis disejumlah Puskesmas, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Baca Juga : Balai Besar TNBTS Sebut Pembangunan Jembatan Kaca Sudah Sesuai Regulasi Zona Pemanfaatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono menyampaikan, dana miliaran itu untuk beberapa kebutuhan urgen, seperti pengadaan obat-obatan dengan pagu anggaran sebesar Rp 2,04 Miliar dan bahan medis habis pakai dengan anggaran Rp 1,7 Miliar.

"Bahan-bahan tersebut untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah puskesmas yang ada, pengadaan obat, vitamin, spet suntik, dan lainnya. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan publik di bidang kesehatan," ucap dia, Rabu (13/10/2021).

Menurut Agus, saat ini realisasinya cukup tinggi, karena pada tahun ini memang terjadi peningkatan jumlah pasien di Puskesmas. Capaian realisasi penggunaan anggaran tersebut memang belum 100 persen, karena saat ini masih baru masuk bulan Oktober, namun terbilang tinggi.

"Untuk pengadaan obat, sudah terealisasi 85 persen, sementara untuk bahan medis habis pakai baru terserap 70 persen, tapi ini kan terus berjalan, pasti akan terserap 100 persen hingga di akhir tahun anggaran," terangnya.

Untuk memenuhi kegiatan di atas, lanjut Agus, Dinkes juga memanfaatkan sebagian besar anggaran DBHCHT tahun ini untuk menanggung sebagian kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) JKN-BPJS yang mencapai 57.120 orang dengan total anggaran mencapai Rp 24 Miliar, dari total dana yang diterima sebesar Rp 27.7 Miliar.

"Kami juga memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan menanggung kepesertaan PBID JKN-BPJS. Kami gunakan anggaran tersebut untuk peningkatan pelayanan. Yang jelas, penggunaan dana tersebut kami lakukan skala prioritas kebutuhan masyarakat," urainya.

Namun demikian, selain dari DBHCHT, Ia mengaku bahwa pemerintah daerah tentunya juga memenuhi kebutuhan obat-obatan dari APBD dan DAK setiap tahunnya. Tapi, dengan adanya DBHCHT tersebut, kebutuhan obat dan peralatan medis lebih terpenuhi sehingga pasien dengan penyakit apapun bisa tertangani dengan maksimal tanpa harus menunggu obat tertentu.

"Dari APBD dan DAK juga ada. Karena pengadaan obat memang rutin kami lakukan setiap tahunnya," kata Agus dengan jelas. 

Baca Juga : Bupati Sumenep Terima Penghargaan ASN Achievement Award 2021

Tidak hanya itu, dipastikan setiap pelayanan kesehatan di Sumenep bakal terus ditingkatkan. Apalagi dengan adanya DBHCHT itu akan menambah optimisme pemerintah daerah, utamanya Dinkes dalam menjaga kondisi kesehatan masyarakat.

"Makanya kami kuatkan pelayanan kesehatan dengan mencukupi kebutuhan obat di sejumlah Puskesmas melalui dana dari DBHCHT tersebut," akunya.

Ia juga mengaku, untuk tenaga medis di masing-masing tempat pelayanan kesehatan, telah terpenuhi dan siap melayani sesuai kebutuhan masyarakat. Meski masih ada kekurangan, dipastikan tetap terus diperbaiki hingga pada akhirnya pelayanan tersebut benar-benar sesuai dengan harapan bersama.

Hanya saja, kekurangan-kekurangan itu yang perlu dimaklumi oleh masyarakat, utamanya pelayanan di tempat pelayanan kesehatan yang ada di wilayah kepulauan. "Kami terus berbenah. Yang jelas, kebutuhan obat dan tenaga medis sudah siap," tegas Agus.

Terakhir, pihaknya berharap masyarakat dapat memanfaatkan ketersedian fasilitas kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit. Masyarakat tidak harus menunggu sakit parah dulu hanya untuk datang ke Puskesmas, tapi lebih pada pencegahan timbulnya penyakit. Karena sejumlah fasilitasnya sudah dipenuhi, utamanya ketersediaan obat.

"Mari jaga kesehatan kita bersama. Selain budayakan hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, juga jangan segan-segan datang ke tempat pelayanan kesehatan meski ditingkat paling bawah," pungkasnya.

Topik
kebutuhan obat fasilitas kesehatan Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep dana cukai sumenep Berita Sumenep Berita Jatim

Berita Lainnya