Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar saat bersama sang ibunda, Bu Nyai Zaenab. (Foto: Istimewa) 
Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar saat bersama sang ibunda, Bu Nyai Zaenab. (Foto: Istimewa) 

Berita duka datang dari kalangan ulama dan kiai di Jawa Timur. Dikabarkan, ibunda dari Ketua PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar yakni Bu Nyai Zaenab meninggal dunia pada hari Jumat (23/10/2020).

Berita duka tersebut awal diketahui dari pesan berantai melalui chat WhatsApp pada hari Jumat (23/10/2020) sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga : Hari Santri Nasional, Gus Ami Luncurkan Santrinet, Solusi Darurat Pendidikan Nasional

"Turut berduka atas wafatnya *IBU NYAI Hj. ZAENAB* (ibunda Drs. KH. Marzuqi Mustamar, M. Ag.) Jum'at pagi hari ini, 23 Oktober 2020," begitu tulis pesan berantai yang beredar pagi tadi.

Media online ini pun mencoba untuk mengkonfirmasi ke kalangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) Malang. Ketua Tanfidziyah PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Malang, Umar Usman yang membenarkan bahwa ibunda dari KH. Marzuki Mustamar meninggal dunia dini hari tadi, Jumat (23/10/2020).

"Iya betul meninggal. Pagi dini hari tadi," ujarnya ketika dikonfirmasi media online ini, Jumat (23/10/2020).

Pria yang juga berprofesi sebagai dokter dan menjabat sebagai Direktur Utama RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Malang menyatakan bahwa ibunda KH. Marzuki Mustamar meninggal karena penyakit komplikasi.

"Sudah lama, banyak sakitnya. Komplikasi lah itu. Sebulan yang lalu juga drop. Seluruh keluarga juga sudah nungguin. Mungkin waktu itu sudah berat waktu itu. Ternyata sembuh, terus membaik. Sekarang tidak tertolong," jelasnya.

Selain memiliki penyakit komplikasi, disampaikan oleh Umar Usman bahwa almarhumah memang sudah sepuh dan diperkirakan telah memasuki usia lebih dari setengah abad.

"Sudah sepuh. Jadi ya sekitar 80-an," sebutnya.

Baca Juga : Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Pamekasan Terus Meningkat

Sementara itu untuk proses pemakaman dikatakan Umar Usman, almarhumah akan dimakamkan di daerah Blitar, Jawa Timur karena memang daerah asalnya di Blitar.

"Ya karena rumahnya beliau di Blitar ya di Blitar," pungkasnya.