Mini Bozem Bondowoso Disiapkan Pemkot Malang, Jurus Baru Tekan Banjir Langganan

Reporter

Hendra Saputra

14 - Jan - 2026, 01:45

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang kembali menyiapkan langkah strategis untuk menekan risiko banjir di sejumlah kawasan rawan. Kali ini, Pemkot Malang merancang pembangunan mini bozem di kawasan Jalan Bondowoso yang akan berfungsi sebagai penampung sementara aliran air sebelum dialirkan ke saluran baru Bondowoso.

Mini bozem tersebut dirancang sebagai sistem pengendali aliran air agar debit yang masuk ke saluran utama dapat diatur lebih stabil. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa konsep mini bozem ini menjadi bagian penting dari penataan drainase kawasan tersebut.

Baca Juga : Lahan Sawah di Kota Batu Bertambah 50 Hektare, Tapi Produksi Beras Justru Menyusut 143 Ton

“Terkait bozem di Bondowoso, ini konsepnya mini bozem. Air akan kita tangkap dulu sebagai antrean sebelum masuk ke saluran Bondowoso yang baru,” ujar Dandung, Rabu (14/1/2026).

Meski demikian, kapasitas tampungan air mini bozem tersebut masih belum ditentukan secara pasti. Menurut Dandung, pihaknya masih perlu melakukan kajian teknis lanjutan agar desain yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.

“Kapasitasnya belum bisa ditentukan sekarang, nanti kami lihat kondisi teknisnya,” jelasnya.

Pembangunan mini bozem Bondowoso ini merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUREP) yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebelumnya menyampaikan bahwa total bantuan yang diterima Pemkot Malang melalui program tersebut mencapai Rp145 miliar.

Saat ini, proyek masih berada dalam tahap pengadaan dan proses lelang yang sepenuhnya ditangani oleh pemerintah pusat. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, penandatanganan kontrak diperkirakan akan dilakukan pada akhir Februari hingga awal Maret 2026.

“Perkiraannya awal Maret sudah tanda tangan kontrak. Pekerjaan konstruksi direncanakan mulai setelah Lebaran tahun 2026,” kata Dandung.

Keberadaan mini bozem beserta pembangunan saluran baru Bondowoso ini diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir, mulai dari kawasan Galunggung, Bareng, IR Rais, hingga Langsep dan sekitarnya.

Baca Juga : Kembalikan Wisata Murah Meriah, Pemkot Malang Siapkan Revitalisasi Tarekot

"Nantinya aliran keluar atau outputnya itu akan menuju Sungai Metro yang di wilayah Tidar," tuturnya.

Adapun durasi pengerjaan proyek ditargetkan rampung pada awal 2027. Dandung menjelaskan, waktu pengerjaan yang cukup panjang disebabkan oleh kompleksitas pekerjaan, mulai dari panjang saluran, dimensi yang cukup besar, hingga metode konstruksi yang dilakukan di tengah badan jalan.

“Pekerjaan dilakukan di tengah jalan dan memanfaatkan lokasi yang sebelumnya dipakai untuk jacking. Nantinya jacking tersebut akan kita bongkar dan angkat,” terangnya.

Saluran air yang dibangun nantinya akan menggunakan box culvert dengan lebar sekitar 2,5 hingga 3 meter. Dengan perencanaan tersebut, Pemkot Malang berharap proyek ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengendalian banjir perkotaan.

“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai rencana dan bisa memberikan solusi banjir bagi warga,” pungkas Dandung.