Nestlé Indonesia Donasikan Mesin Bubut ke Polinema, Mahasiswa Teknik Kini Bisa Praktik dengan Standar Industri

Reporter

Redaksi

21 - May - 2026, 04:49

Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan Imelda Mayasari bersama Direktur Politeknik Negeri Malang Supriatna Adhisuwignjo (tengah) saat melakukan kunjungan ke area Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang untuk melihat secara langsung fasilitas mesin bubut (lathe machine). (Ist)

JATIMTIMES - Nestlé Indonesia melalui Pabrik Kejayan menyerahkan bantuan mesin bubut (lathe machine) kepada Politeknik Negeri Malang sebagai upaya mendukung peningkatan keterampilan mahasiswa vokasi di bidang teknik dan manufaktur. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas praktik mahasiswa sekaligus mendukung kesiapan tenaga kerja muda menghadapi kebutuhan industri.

Penyerahan mesin bubut itu menjadi bagian dari program pengembangan talenta muda yang dijalankan Nestlé Indonesia melalui inisiatif Nestlé Needs YOUth. Program tersebut berfokus pada pengembangan keterampilan, akses peluang kerja, dan peningkatan kesiapan kerja generasi muda.

Baca Juga : BIC UIN Malang Soroti Literasi Keuangan Mahasiswa di Tengah Pelemahan Rupiah

Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan Imelda Mayasari bersama Direktur Politeknik Negeri Malang Supriatna Adhisuwignjo (tengah) melakukan seremoni serah terima mesin bubut (lathe machine) pada Kamis (21/05/2026). (Ist)

Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan industri di masa depan. Karena itu, perusahaan berupaya menghadirkan dukungan nyata bagi dunia pendidikan vokasi.

“Di Nestlé, kami percaya bahwa generasi muda memegang peran penting dalam membentuk masa depan. Melalui inisiatif seperti ini, kami berupaya membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Donasi mesin bubut ini merupakan salah satu langkah konkret kami dalam mendukung proses pembelajaran vokasi agar lebih aplikatif dan selaras dengan dunia kerja,” ujar Imelda.

Kerja sama antara Nestlé Indonesia dan Politeknik Negeri Malang sebelumnya juga telah berjalan melalui sejumlah program pengembangan keterampilan. Dalam kolaborasi tersebut, Polinema terlibat dalam berbagai pelatihan teknis, termasuk autonomous operator dan program upskilling operator untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Direktur Politeknik Negeri Malang, Supriatna Adhisuwignjo, menilai bantuan mesin bubut tersebut akan memperkuat kualitas pembelajaran praktik mahasiswa karena mendekati kondisi kerja di industri sebenarnya.

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Nestlé Indonesia melalui donasi mesin bubut ini. Fasilitas ini akan memperkaya proses pembelajaran praktik mahasiswa, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif dan mendekati kondisi nyata di industri. Kami percaya kolaborasi ini akan semakin memperkuat kesiapan lulusan kami untuk berkontribusi secara optimal di dunia kerja,” ujarnya.

Baca Juga : Ikan Sarden Kaleng Ramai Dibahas, Ahli Teknologi Pangan Ungkap Bukan Ultra Processed Food

 

Dengan tambahan fasilitas tersebut, mahasiswa teknik dan manufaktur di Polinema diharapkan memiliki pengalaman praktik yang lebih relevan dengan kebutuhan industri modern. Kehadiran mesin bubut itu juga membuka peluang penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor industri di Jawa Timur.

Selain mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Nestlé Indonesia dalam menciptakan pengembangan talenta muda yang berkelanjutan melalui sinergi antara industri dan institusi pendidikan.