Anggota Dewan Prihatin Ada Tiga Siswa SD di Wilayah Kota Banyuwangi Terpaksa Putus Sekolah
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
A Yahya
08 - May - 2026, 07:52
JATIMTIMES - Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Banyuwangi, Zamroni, mengaku kaget dan prihatin mendapatkan informasi ada tiga anak SDN 4 Singotrunan putus sekolah karena tidak mampu membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS), saat melaksanakan Reses II Anggota DPRD Banyuwangi Tahun 2026 Ketua RT 03, RW 02, Lingkungan Singo Diwongso, Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi, Jumat (8/5/2026).
Menurut penuturan Dauliana Wardani (Hj. Lia), Salah seorang Pengurus Komite Sekolah dan Paguyuban Kelas di SDN 4 Singotrunan, kondisi bangunan kelas sebagian sudah tidak layak dan membahayakan siswa. Bahkan untuk siswa kelas II belum memiliki ruang kelas sehingga proses KBM tidak lancar karena menunggu kelas I pulang atau melaksanakan KBM di laboratorium atau bekas mushola. Pihaknya sudah mengajukan permohonan tetapi belum ada realisasi.
Baca Juga : Resmikan Rumah Pompa, Bupati Ipuk Harapkan Dongkrak Produktifitas Pertanian di BanyuwangiÂ
Selanjutnya Hj. Lia menyampaikan keluhan terkait kewajiban membeli buku LKS untuk anak-anak yang kurang mampu. Karena sebagian mereka menjadi korban perceraian dan orangtuanya meninggal dunia. "Pembayaran LKS biaya pribadi ada beberapa anak yang tidak mampu membeli. Ada 3 anak sampai tidak sekolah," ujar Hj Lia.
Untuk itu dia berharap ada solusi agar anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Dengan menyampaikan keluhan kepada anggota dewan, secara pribadi dia berharap SD N 4 Singotrunan secepatnya diperbaiki. "Selaku wali murid ini kan merupakan sekolah negeri supaya proses KBM tidak ada kendala bisa berjalan lancar mohon solusinya dan untuk pembangunannya biar aman. Kalau pintunya roboh juga berbahaya buat anak-anak," ujar Hj Lia.
Anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Banyuwangi, Zamroni, saat melaksanakan Reses II Anggota DPRD Banyuwangi Tahun 2026 mengaku kaget mendengar informasi tiga siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Kota Banyuwangi terpaksa putus sekolah karena tidak mampu membayar LKS dan diduga menjadi korban bullying dari temanya di lingkungan sekolah. "Saya cukup kaget ada persoalan 8 anak didik tidak bisa membayar LKS. Tiga siswa mengundur diri dan ada potensi menjadi korban pembulian," ujar Zamroni.
Lebih lanjut Politisi asal Kecamatan Glagah tersebut menuturkan setelah pelaksanaan Reses II DPRD Banyuwangi pihaknya mengagendakan untuk mengundang Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi.
Baca Juga : Kolaborasi Dengan BPBD dan DPKP, Ini yang Akan Dilakukan Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri
Selain itu dia juga berupaya melakukan pendampingan terhadap siswa yang terpaksa putus sekolah tersebut. Selanjutnya Komisi IV DPRD Banyuwangi juga meminta agar Dinas Pendidikan secepatnya melakukan perbaikan di SDN 4 Singotrunan yang kondisinya dinilai membahayakan keselamatan guru dan para siswa dalam melakukan aktifitas belajar mengajar di sekolah.
