Seribu Lebih Calon Haji Malang Sudah Divaksin, Siap Berangkat Mulai 22 April
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
13 - Apr - 2026, 07:51
JATIMTIMES - Seluruh jamaah calon haji asal Kota Malang dipastikan telah memenuhi syarat kesehatan jelang keberangkatan ke Tanah Suci. Dinas Kesehatan Kota Malang menyatakan vaksinasi meningitis dan polio bagi calon jamaah haji 2026 telah tuntas dilakukan.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyebut jumlah jamaah yang telah divaksin mencapai lebih dari seribu orang. Program vaksinasi ini menjadi salah satu syarat utama sebelum keberangkatan. Selain itu, pelaksanaannya juga telah disesuaikan dengan ketentuan waktu yang ditetapkan.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Tertibkan DTSEN dan Tangguhkan Akses Layanan
"Jumlahnya sekitar seribuan lebih dan sudah divaksin semua, baik polio maupun meningitis," kata Husnul, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan paling lambat dua pekan sebelum jadwal keberangkatan. Hal ini bertujuan menjaga kondisi kesehatan jamaah tetap stabil. Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan selama perjalanan dapat diminimalkan.
Tak hanya vaksinasi, seluruh calon jamaah haji juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas. Pemeriksaan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kelayakan fisik jamaah. Dari hasil skrining tersebut, jamaah dengan riwayat penyakit tertentu langsung dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan.
Apabila ditemukan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, jamaah akan menjalani konsultasi di RSUD Kota Malang. Hasil pemeriksaan dari rumah sakit kemudian dikembalikan ke Dinkes dan puskesmas. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan status kelayakan keberangkatan jamaah.
"Itu kan yang berangkat ada kategori istitoah dan istitoah dengan pendampingan. Sekitar 60 persen diantaranya masuk kategori istitoah dengan pendampingan dan 40 persen lainnya istitoah," ucapnya.
Secara terpisah, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang Subhan menjelaskan bahwa kategori istitoah dengan pendampingan diberikan kepada jamaah dengan kondisi tertentu. Penilaian ini mempertimbangkan faktor kesehatan, usia, dan kemampuan fisik. Pendampingan diberikan untuk memastikan jamaah tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman.
Ia mencontohkan, jamaah dengan penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes melitus, atau kolesterol tetap bisa berangkat. Namun, mereka akan mendapatkan pengawasan medis dan pendampingan obat. Selain itu, pendampingan juga dapat berupa bantuan dari keluarga bagi jamaah lansia.
Baca Juga : Trump Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran Balas Keras: Siap Perang!
"Kalau alat itu mungkin untuk yang penyandang disabilitas. Terus pendampingan orang, misalnya oleh anak karena jamaahnya lansia dan itu ada kebijakan sendiri dari pemerintah. Jumlah jamaah (calon) haji tahun ini ada 1.201 orang," kata Subhan.
Sementara itu, jadwal keberangkatan jamaah calon haji Kota Malang akan dimulai pekan depan. Proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap menuju Asrama Haji di Surabaya. Skema ini disesuaikan dengan pembagian kloter yang telah ditetapkan.
"Ada yang ke Asrama Haji 22 April 2026 dan bersamaan dengan jamaah dari Kota Batu. Setelah itu, ada yang diberangkatkan 23 April dan 24 April 2026," ucap Subhan.
Setibanya di Asrama Haji, jamaah akan menjalani masa inap selama satu hari. Selama periode tersebut, dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan serta penyiapan akomodasi. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
