PMT Tambakrejo Sumbergempol Jadi Andalan Warga: Targetkan Balita, Dewasa Hingga Lansia

Editor

Dede Nana

13 - Apr - 2026, 07:44

Kegiatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung rutin dilaksanakan dengan harapan cegah stunting, ratusan warga antusias ikut setiap awal bulan. (dok. Tulungagung Jatimtimes)

JATIMTIMES - Pemerintah Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung terus memperkuat upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat lewat program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai balita, ibu hamil, lansia, hingga keluarga berisiko stunting.

Berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin, 13 April 2026 PMT Desa Tambakrejo menjadi salah satu program kesehatan desa yang berjalan rutin setiap bulan. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga edukasi gizi, pemantauan kesehatan, dan pendampingan keluarga.

Baca Juga : TPA Supit Urang Disiapkan, Kota Malang Bidik Dana Rp200 Miliar dari LSDP

Sekretaris Desa Tambakrejo, M. H. Ibnu Febrian, menegaskan pentingnya program tersebut bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, PMT Posyandu menjadi langkah nyata untuk menjaga status gizi anak sejak dini.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu penting untuk meningkatkan status gizi balita dan mencegah stunting,” ujar Mifta, sapaan akrabnya pada Senin (13/4).

Program PMT Posyandu Balita sendiri ditujukan bagi anak usia 0 hingga 59 bulan. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Melalui PMT, kebutuhan nutrisi tambahan anak diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Di Desa Tambakrejo, pelaksanaan PMT Posyandu Balita digelar di tiga titik layanan. Lokasi pertama berada di Dusun Tambak Kembang, tepatnya di rumah Ketua RT Saiful. Kegiatan di lokasi ini diikuti sekitar 70 peserta dengan pendampingan lima kader, yakni Nunun Ambarwati, Mujiyah, Sonia, Istikomah, dan Maryatun.

Lokasi kedua berlangsung di Balai Desa Tambakrejo, Dusun Tambak Sumber. Kegiatan di titik ini juga dihadiri sekitar 70 peserta. Lima kader yang mendampingi ialah Suharyati, Purwati, Jaminah, Istikomah, dan Syamsiatik.

Sementara lokasi ketiga berada di Dusun Tambak Duwet, tepatnya di rumah Kepala Dusun Imam Basroni. Sebanyak 57 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka didampingi lima kader, yakni Wiwik Gunarti, Nur Saudah, Titin, Ismiati, dan Binti Mahmudah.

PMT balita dilaksanakan setiap minggu pertama di awal bulan. Menu tambahan yang diberikan antara lain sari kedelai 250 mililiter, lima butir telur puyuh rebus, serta kacang hijau 14 ons. Namun, menu ini juga bisa divariasikan sesuai kebutuhan dengan alokasi anggaran sekitar Rp10 ribu ditambah pajak.

Menariknya, program PMT Posyandu Balita tidak hanya terbuka bagi warga Desa Tambakrejo. Warga luar desa juga diperbolehkan ikut serta sebagai peserta tamu, yang biasa disebut “bintang tamu”.

"Selain layanan balita, Desa Tambakrejo juga mengembangkan Taman Posyandu," jelas Mifta.

Menurutnya, program ini merupakan pengembangan dari Posyandu konvensional yang menggabungkan layanan kesehatan dasar, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Bina Keluarga Balita (BKB).

Lewat Taman Posyandu, orang tua tidak hanya memantau kesehatan anak, tetapi juga mendapat edukasi pola asuh dan stimulasi tumbuh kembang. Model layanan terpadu ini diharapkan membuat anak-anak tumbuh sehat sekaligus siap menghadapi pendidikan sejak dini.

Baca Juga : Tebing 15 Meter di Kota Batu Ambrol Timpa Kandang Warga

Tak hanya untuk balita, Pemdes Tambakrejo juga rutin menggelar PMT Posbindu untuk warga dewasa. Program ini dilaksanakan secara anjangsana atau bergilir di rumah Ketua RT. Setiap kegiatan diikuti sekitar 50 peserta dan didampingi lima kader, yaitu Saikul, Riya, Yusvia, Jayanti, dan Nadia.

"PMT Posbindu dilaksanakan setiap Kamis pada minggu pertama setiap awal bulan. Program ini menjadi sarana penting untuk menjaga kesehatan masyarakat usia produktif dan usia pra-lansia," lanjut Sekdes Tambakrejo.

Meski demikian, perhatian terhadap warga lanjut usia juga menjadi prioritas. PMT Lansia di Desa Tambakrejo rutin digelar melalui Posyandu lansia. Program ini fokus pada pemberian makanan padat gizi yang mudah dicerna agar kondisi tubuh lansia tetap terjaga.

PMT Lansia diikuti lebih dari 60 peserta. Kegiatan ini didampingi lima kader, yakni Siti Komariah, Fida Nutiani, Siti Fatimah, Moh. Ansori, dan Siti Robiyah.

"Selain snack tambahan, peserta lansia juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan tersebut meliputi kadar asam urat, kolesterol, gula darah, hingga tensi," terang Sekdes.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Jumat pada minggu pertama setiap awal bulan. Program PMT Lansia juga terbuka bagi seluruh warga Desa Tambakrejo yang ingin mendaftar. Dengan begitu, semakin banyak warga lanjut usia yang bisa mendapat manfaat layanan kesehatan rutin.

Di sisi lain, percepatan penanganan stunting juga diperkuat lewat Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim ini bertugas mendampingi keluarga berisiko stunting, mulai ibu hamil, balita, hingga calon pengantin.

Tim pendamping di Desa Tambakrejo terdiri dari enam kader, yakni Ernovika, Siti Robiyah, Rodotun Nafisah, Moh. Ansori, Nuryaningsih, dan Purwanti. Mereka aktif mendata, memberi edukasi, serta membantu warga mengakses layanan kesehatan.

Jadwal pendampingan TPK bersifat fleksibel. Pelaksanaannya menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan. Pola layanan menyeluruh seperti ini, semakin menunjukkan keseriusan Desa Tambakrejo dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan bebas stunting.