Jerome Polin Tutup Menantea 25 April 2026, Ungkap Kerugian Hingga Rp38 Miliar Akibat Penggelapan
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Apr - 2026, 11:46
JATIMTIMES - Kabar mengejutkan datang dari YouTuber sekaligus pebisnis muda, Jerome Polin. Ia mengumumkan bahwa bisnis minuman yang dibangunnya bersama sang kakak, Jehian Polin, yakni Menantea, akan resmi menghentikan seluruh operasional pada 25 April 2026.
Keputusan berat ini diambil setelah Menantea beroperasi selama kurang lebih lima tahun sejak pertama kali berdiri pada April 2021. Di balik penutupan tersebut, tersimpan cerita pahit soal kerugian besar yang ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.
Baca Juga : Kapan Iduladha 2026? Ini Prediksi Resmi Kemenag dan Jadwal Versi Muhammadiyah
Awal Mula Kerja Sama hingga Masalah Keuangan
Dalam perjalanannya, Jerome sempat menggandeng seorang sosok senior di industri food and beverage (F&B) untuk mengembangkan Menantea. Dalam pembagian peran, Jerome lebih fokus pada sisi promosi dan konten, sementara mitra bisnisnya dipercaya mengurus operasional hingga keuangan.
Informasi mengenai kasus ini sempat ramai dibahas di media sosial, salah satunya melalui akun X @Makaryo0 yang kemudian dibenarkan langsung oleh Jerome.
“Jerome ketipu bandit franchise 38 miliar. Jadi, Jerome Polin pernah kerjasama dengan sesepuh bisnis F&B buat bikin brand Menantea, Jerome fokus di konten, si partner pegang operasional dan keuangan,” tulis akun tersebut.
Selama kerja sama berjalan, laporan keuangan rutin diberikan dalam bentuk file Excel. Dari data tersebut, kondisi bisnis terlihat sehat dan bahkan disebut menghasilkan keuntungan.
“Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk Excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable, Jerome ga pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di Excel,” lanjutnya.
Masalah mulai tercium pada tahun 2023, ketika mitra bisnis tersebut mengabarkan bahwa kondisi keuangan perusahaan tiba-tiba memburuk dan saldo disebut telah habis.
Jerome merasa ada yang tidak beres. Pasalnya, saat itu Menantea justru sedang berkembang dengan jumlah cabang yang terus bertambah dan ramai pelanggan. Kecurigaan tersebut akhirnya terbukti setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Dana yang berasal dari penjualan franchise serta keuntungan operasional diduga disalahgunakan oleh oknum tersebut untuk kepentingan pribadi.
“Ternyata uang dari pembeli hak franchise dan keuntungan Menantea dipake oknum itu buat kepentingan pribadi,” ungkap akun yang sama.
Jerome juga mengakui bahwa kesalahan terbesar ada pada dirinya yang terlalu percaya dan tidak melakukan pengecekan langsung terhadap mutasi rekening perusahaan.
“Kesalahan gua adalah, gua enggak ngecek mutasi,” ujar Jerome dalam sebuah pernyataan.
Ia juga menegaskan bahwa laporan Excel yang selama ini diterima ternyata bisa dimanipulasi.
“Ketahuan, Excel itu bohong. Bisa di-edit Excel kan,” katanya.
Baca Juga : Kapan Iduladha 2026? Ini Prediksi Resmi Kemenag dan Jadwal Versi Muhammadiyah
Dalam klarifikasinya, Jerome menyebut bahwa total dana yang berpindah dari rekening perusahaan mencapai sekitar Rp38 miliar, meski sebagian sempat digunakan kembali untuk operasional.
Ia dan sang kakak bahkan harus merogoh kocek pribadi hingga miliaran rupiah demi menjaga bisnis tetap berjalan, termasuk untuk membayar gaji karyawan, bahan baku, hingga kewajiban kepada mitra.
“Dan itu jumlah yang aku dan Bang Jehian keluarin untuk nyelamatin Menantea, untuk cover semua biaya operasional, gaji, bahan baku, ganti rugi, dll,” jelas Jerome.
Meski mengalami kerugian besar, Jerome memilih untuk tidak mengungkap identitas oknum tersebut ke publik dan tidak membawa kasus ini ke jalur hukum.
Ia menyebut pengalaman ini sebagai pelajaran bisnis yang sangat mahal dan penuh emosi.
“Pelajaran yang sangat penuh air mata, mahal dan berharga. Bersyukur Tuhan ganti berkali-kali lipat lewat usaha kami yang lain,” tutupnya.
Jerome juga mengungkap bahwa kesibukannya dengan bisnis lain menjadi salah satu alasan mengapa ia mempercayakan seluruh pengelolaan keuangan kepada satu orang.
“Saling percaya, bisnis kan saling percaya. Kalau enggak ya ngapain partneran,” ujarnya.
Dengan berakhirnya operasional Menantea pada 25 April 2026, Jerome memastikan seluruh kewajiban terhadap mitra telah diselesaikan hingga masa kontrak berakhir.
