Sempat Panik Dengar Suara Dentuman di Dubai, Hafizah Cilik Asal Malang Aisyah Dipastikan Aman

03 - Mar - 2026, 11:52

Aisyah Ar-Rumy (tengah) bersama kedua orang tuanya yakni Muhammad Qowiyul Huda dan Maisyaroh Cholilah saat ditemui di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Hafizah cilik Asal Malang yang mewakili Indonesia di ajang Dubai International Holy Qur'an Award 2026 yakni Aisyah Ar-Rumy dipastikan dalam kondisi yang aman bersama kedua orang tuanya dan guru dari SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

Kepastian itu disampaikan ayah dari Aisyah yakni Muhammad Qowiyul Huda kepada JatimTIMES.com. Huda mengatakan, bahwa saat ini ia bersama Aisyah dan tim berada di lokasi yang masuk dalam zona aman. 

Baca Juga : Jalan Penghubung Antar Dusun di Ngantang Ambles, Kerugian Ditaksir Rp 80 Juta

"Alhamdulillah kami sekeluarga dalam keadaan baik dan berada di zona aman. Tempat kami berada sekitar 15 kilometer dari titik target serangan, jadi masih aman," ungkap Huda. 

Meskipun dalam kondisi aman, Huda menyebut suara dentuman dari rudal-rudal yang dilancarkan memang sangat kencang. Sehingga Aisyah sempat kaget dan panik. "Meski di zona aman, suara dentuman itu memang keras sekali, Aisyah sempat panik, tapi Alhamdulillaah sudah kami tenangkan," tutur Huda. 

Ia menyebut, acara puncak Dubai International Holy Qur'an Award 2026 seharusnya digelar pada Senin (2/3/2026) malam waktu Dubai. Namun, dikarenakan adanya peristiwa saling serang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, sehingga acara puncak Dubai International Holy Qur'an Award 2026 harus ditunda. 

"Sebenarnya acaranya kemarin malam, tapi ini ditunda sampai nanti kondisinya aman. Paling nanti digelar secara tertutup. Karena di tengah kondisi yang panas ini tidak mungkin acaranya digelar secara terbuka dengan mengundang petinggi-petinggi di sini," tutur Huda. 

Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini Dubai diberlakukan siaga tiga dan mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Dubai untuk selalu waspada dan tetap tenang di tengah serangan-serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat-Israel dan Iran. 

"Sekarang diberlakukan siaga tiga dan masih diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, cuma bandara masih ditutup sampai kondisi kondusif," kata Huda. 

Lebih lanjut, jika mengacu pada jadwal kepulangan, seharusnya Aisyah bersama kedua orang tua dan gurunya pulang pada Selasa (3/3/2026). Tetapi dikarenakan kondisi yang belum kondusif, rencana kepulangan Aisyah harus tertunda.

Baca Juga : Ramadan Kondusif, Rutan Situbondo Perketat Pengamanan Lewat Sidak Mendadak Blok Hunian WBP

"Rencana pulang awal tanggal 3 ini, tapi dengan kondisi sekarang belum bisa dipastikan. Karena pihak Dubai ingin memastikan kita bisa pulang dengan kondisi aman," beber Huda. 

Sementara itu, seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Aisyah Ar-Rumy merupakan siswi kelas empat SD Tahfidz Al-Qur'an Daarul Ukhuwwah, Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang telah memiliki hafalan 26 juz. Di mana setiap hari Aisyah murojaah tiga sampai lima juz. 

Aisyah sendiri berangkat ke Dubai pada Kamis (19/2/2026) lalu yang dilepas langsung oleh Bupati Malang HM. Sanusi bersama jajaran kepala perangkat daerah di Masjid Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah. Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu juga memberikan uang saku kepada Aisyah sebesar Rp 32 juta. 

Untuk diketahui, Aisyah terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti Dubai International Holy Qur'an Award 2026 setelah berkompetisi dengan 5.618 peserta dari 105 negara. Di mana setelah proses penilaian oleh dewan juri, dari 5.618 peserta yang mendaftar, sebanyak 525 peserta dinyatakan lolos ke babak kedua atau tahap penyisihan. 

Dari ratusan peserta yang berkompetisi, akhirnya sampai pada posisi tiga besar untuk kategori peserta laki-laki dan tiga besar untuk kategori peserta perempuan. Untuk tiga besar kategori peserta laki-laki ada Abdullah Faisal Al- Buti berusia 14 tahun dari Kuwait, Karrar Layt Saad berusia 11 tahun dari Iraq dan Omar Aly Awad berusia 12 tahun dari Mesir. Sedangkan untuk tiga besar kategori peserta perempuan ada Aisyah Ar-Rumy berusia 10 tahun dari Indonesia; Jana Ehab Ramadan berusia 15 tahun dari Mesir dan Sara Abdul Karim Alhalak berusia 15 tahun dari Suriah.