Tren Fesyen Lebaran 2026: Quiet Luxury dan Baju Bini Orang Jadi Primadona

02 - Mar - 2026, 11:52

Gamis bini orang kini menjadi tren fesyen lebaran 2026. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Gemerlap shimmer dan detail katbol yang sempat merajai etalase Lebaran perlahan meredup di 2026. Tahun ini, arah fesyen justru berbelok ke gaya yang lebih kalem, dewasa, dan tak banyak ornamen.

Ya konsep quiet luxury yang menonjolkan potongan presisi, warna lembut, dan kesan mahal tanpa terlihat mencolok menjadi pilihan baru banyak perempuan saat merayakan Hari Raya. Hal tersebuti ditegaskan desainer asal Malang, Andy Sugix.

Baca Juga : Polisi Selidiki Perusakan Motor di Soehat Kota Malang, Pelapor Bantah Terlibat Balap Liar

Ia melihat perubahan ini sebagai refleksi suasana zaman. Menurutnya, masyarakat kini lebih selektif dalam memilih busana, tak sekadar mengikuti tren viral.

“Sekarang orang ingin terlihat elegan tapi tidak heboh. Yang dicari itu kesan mahalnya, bukan keramaiannya,” kata Andy, Senin (2/3/2026).

Ia menilai, busana Lebaran tak lagi identik dengan taburan payet atau permainan layer berlebihan. Siluet bersih dengan garis tegas dan jatuh yang rapi justru dianggap lebih berkelas.

Bahkan istilah baju bini orang yang ramai di media sosial menjadi representasi gaya baru, tampil sopan, anggun, dan effortless.

“Model seperti itu kuat karena sederhana. Dipakai ibu-ibu cocok, anak muda juga masuk. Ada kesan dewasa tapi tetap modern,” imbuh Andy.

Potongan longgar masih mendominasi, namun kini tampil dengan struktur lebih terukur. Detail seperti belt fleksibel, lengan puff ringan, hingga cutting oval di bagian depan membuat tampilan terlihat proporsional tanpa membentuk tubuh secara berlebihan. Gaya ini dinilai lebih nyaman untuk silaturahmi seharian.

Tak hanya desain, pemilihan warna juga berubah signifikan. Palet lembut seperti nude, broken white, sage, hingga hitam klasik kembali naik daun. Warna terang tetap ada, tetapi hanya sebagai aksen.

Baca Juga : Siapa Pengganti Ali Khamenei Setelah Tewas dalam Serangan AS-Israel? Ini Daftar Nama yang Muncul

“Warna-warna tenang itu lebih tahan lama. Bisa dipakai lagi untuk acara lain, tidak cuma saat Lebaran,” tambah Andy.

Dari sisi material, konsumen kini makin kritis. Kain ringan seperti linen, satin doff yang tidak terlalu mengilap, hingga jersey dengan tekstur jatuh dan adem lebih diminati. Kenyamanan menjadi faktor utama selain tampilan.

“Orang sekarang pegang bajunya dulu sebelum beli. Kalau panas atau terlalu berat, langsung ditinggal,” terang Andy.

Meski tren terus berputar, ia menilai satu hal yang tak berubah adalah kebutuhan akan busana yang membuat pemakainya percaya diri. Bedanya, di 2026 rasa percaya diri itu hadir lewat kesederhanaan yang matang bukan lagi lewat kilau yang berlebihan.

“Lebaran itu momen sakral. Jadi tampil bagus itu penting, tapi tidak harus mencolok. Yang penting rapi, nyaman, dan tetap berkelas,” tutup Andy.